Showing posts with label Diary. Show all posts
Showing posts with label Diary. Show all posts

Saturday, May 23, 2015

Kado Istimewa di Tanggal 22 Mei 2015



Sejujurnya tidak ada tanggal istimewa di tanggal 22 Mei 2015, terkecuali pada tanggal tersebut sekolahku genap berusia 40 tahun. Tepat pada 22 Mei 1975 sekolahku didirikan, SMK Negeri 5 Surabaya. Sekolah yang dikenal juga dengan sebutan STM Pembangunan Surabaya. Terang saja, dahulunya sekolahku ini merupakan salah satu sekolah rintisan proyek PELITA. Diresmikannya saja langsung oleh Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.

Terlepas dari wacana pembangunan Sentra PKL di lahan sekolah yang mengundang kontroversi di akhir-akhir ini. Sekolahku patut berbangga, sebab pada pengumuman hasil UN yang lalu salah satu siswanya berhasil menembus peringkat ke-2 hasil UN SMK terbaik se-Provinsi Jawa Timur. Dan satu-satunya SMK di Surabaya yang bertengger di peringkat tersebut. Wah, semoga di tahun depan saat pengumuman hasil UN angkatanku hasilnya tak kalah baiknya dengan tahun ini. Hasil Ujian Nasional di sekolahku baru dilihat satu tahun kemudian, berbeda dengan rekan-rekan lainnya yang paling hanya sebulan saja. Maklum sekolahku menganut sistem pendidikan selama 4 tahun.

Prestasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang langsung berkunjung ke sekolahku. Sebuah kado istimewa, bukan. Meskipun begitu sekolahku masih dirundung pilu karena secuil lahannya akan dibangun Sentra PKL.



Pada perayaan Dies Natalis ke-40 ini dirayak dengan gegap gempita dan suka cita. Rangkaian acara pun digelar sebegitu rupa untuk menyemarakkan perayaan ini. Diantaranya pada tahun ini diadakan pemberian penghargaan bagi mereka yang berprestasi. Syukur Alhamdulillah, namaku tercantum dalam daftar nama siswa yang dikatakan berprestasi dan membanggakan nama sekolah. Kendati hanya mendapatkan sebuah medali saja tapi ini sangat bermakna bagi dan beberapa teman lainnya yang mendapatkannya juga. Sebab, tak mudah untuk mendapatkan predikat ini. Suatu kebanggaan tentunya bagiku dan menjadi kado istimewa, padahal ulang tahunku masih awal bulan depan. Eh, sudah dapat kado duluan.

Bicara Tentang SmartCity, Pulang Bawa Smartphone


Acara Dies Natalis di sekolahku berlangsung hingga sore, sayangnya aku tidak bisa hadir hingga sore. Berhubung aku sudah ada acara lainnya di Spazio, setelah Sholat Jum'at aku bergegas pulang ke rumah. Ganti pakaian, langsung melaju ke venue acara. Acara bertajuk Roadshow theNextDev ini merupakan rangkaian roadshow yang diadakan di 10 kota, ini kota ketiga setelah Medan dan Malang. thNextDev sendiri merupakan ajang kompetisi membuat aplikasi Smart City untuk memecahkan permasalahn sosial di berbagai kota di Indonesia. Dengan 6 sub-tema, yakni e-government, e-health, e-education, e-ukm, e-tourism, dan e-transportation. Untuk registrasi dan informasi selengkapnya dapat dilihat di: telkomsel.com/nextdev.



Pada acara ini digelar pula diskusi panel dengan tema "Developing SmartCity in Indonesia". Dimana pada diskusi ini menghadirkan Jaka Susanta --VP M2M Bussiness Telkomsel; Andreas Senjaya --CEO Badr Interactive; dan Ibnu Sina Wady --CEO GITS. Pada diskusi ini dijelaskan bagaimana tips dan trik dalam mengolah dan mengembangkan sebuah apps. Kan, sekarang sedang gencar-gencarnya bisnis berbasis digital creative.

Selama acara diadakan pula kompetisi #LiveTweet bagi para partisipan yang turut hadir pada kesempatan itu. Begitupula dengan aku, lumayan hadiahnya LTE Smartphone! Sengaja memilih tempat duduk yang dekat stopkontak agar tidak takut baterai lemah. Saat itu aku menggunakan laptop sebagai senjataku dan modem sebagai amunisinya. Sinyal ponsel waktu itu sedang tidak stabil, atau memang ponselku yang sudah ketinggalan zaman. Entahlah.

Semua partisipan antusias mengikuti rangkaian acara roadshow theNextDev ini. Hingga akhir acara mereka masih tenang di tempat duduk masing-masing. Di penghujung acara, diumumkanlah pemenang #LiveTweet. Tak disangka-sangka, akun Twitter-ku disebut oleh pembawa acara. Setengah tak percaya aku maju ke depan untuk serah terima hadiahnya. Yey, smartphone baru! Ini kado istimewa keduaku pada hari yang sama. Tau saja nih kalau ponselku yang dulu sudah katrok.

Alhamdulillah....

Monday, July 14, 2014

Sahabat Selamanya


Hi sahabat…
Apa kabarmu?
Kini terasa jarak diantara kita
Entahlah yang memulai siapa?
Aku? Kamu? Atau kita?

Mungkin jarak menjadi hambatan kita untuk bersama
Tapi, bukan berarti…
Semua yang terlukis indah akan luntur begitu saja
Semua yang terluka akan sembuh begitu cepat
Semua yang terkenang akan terlupakan begitu saja
Semua yang dilalui bersama akan berakhir hampa begitu cepat
Dan masih banyak lagi yang tak dapat ku gambarkan…
Tapi semua itu tersapu begitu saja

Aku percaya kita masih ada ikatan persahabatan yang lekat
Tak peduli dinding setebal apapun yang membatasi kita
Mungkin aku kini tak menjadi aku yang dulu…
Aku yang selalu berbagi canda tawa bersamamu
Aku yang selalu mengadu keluh kesah kepadamu
Aku yang selalu kau benarkan jika aku salah
Aku yang selalu kau semangati jika aku terpuruk dalam kekosongan

Maaf sahabat…
Mungkin jarak menghambat untuk saat ini
Tapi, aku tetap percaya…
Aku melakukan semua ini, sebab aku tak mau kau kecewa
Kecewa karena mungkin aku yang tak menjadi benar-benar seadanya
Maafkan kemunafikan ini…
Sesungguhnya aku ingin menyapamu, tapi hati ini tertegun melihatmu yang sekarang
Aku kini tak menjadi aku yang percaya diri

Sesungguhnya dari semua ini aku hanya berpesan satu hal padamu
Persahabatan ini telah terjalin seperti ulat
Buta akan kehidupan saat sama-sama menjadi telur
Tegar saat sama-sama menjadi ulat
Sabar saat sama-sama menjadi kepompong
Dan entah mengapa saat menjadi kupu-kupu…
Kita tak lagi bersama…
Kau terbang entah kemana…
Mungkin waktu yang hanya menjawab
Persahabatan ini akan kembali ke peraduan
Bersolek akan cerita masa depanmu
Karena, kau tetap sahabatku
Sahabat selamanya

Puisi sederhana ini aku ciptakan khusus untukmu
Agar kau terkenang akan kebersamaan yang pernah terjalin
Semoga kau tak lupa… Sahabat….
Kita akan kembali satu, kesatuan yang kokoh
Maaf, kini aku tak dapat menjadi sahabat terbaikmu
Tapi kau tetapi menjadi sahabat terbaikku
Mungkin kau, sahabatku yang disana
Membaca ini semua, salam rindu yang tak dapat terucap
Hanya rangkaian kata yang dapat kusampaikan
Terima kasih sahabatku… Sahabat selamanya

Dan terakhir… Tahukah kamu?
Aku selalu menunggu di depan rumahmu
Hanya ingin kau sapa dan ajak bersenda gurau
Aku kini hampa, sendiri, dan tanpa arah
Sudahlah aku tak mau berpanjang lebar
Kau tetap menjadi sahabat
Ya, sahabat selamanya…

Thursday, July 10, 2014

The Liebster Award: Bukan Penghargaan Biasa


Apa? Aku dapat penghargaan? Ah... masa?

Kaget, gak percaya, dan bingung bercampur jadi satu saat pertama kali mengetahui bahwasannya aku mendapatkan sebuah penghargaan. Mungkin penghargaan ini tak semewah penghargaan pada umumnya hingga ditayangkan sebuah televisi nasional atau diliput media asing. Karena, penghargaan yang aku dapatkan yakni: The Liebster Award. Sebuah penghargaan yang diberikan dari satu rekan blogger ke rekan lainnya, dengan tujuan untuk menjalin silahturami. Kata 'liebster' sendiri diambil dari bahasa Jerman yang berarti 'tersayang'. Berarti, bila diartikan menurut pakar acak adut 'The Liebster Award' dapat juga berarti sebuah penghargaan untuk mereka yang tersayang. Tiba-tiba suasana menjadi terharu saat mengetahui masih ada saja orang yang sayang padaku. Daripada terlalu lama basa-basinya, yuk langsung menuju inti.

Any way, bagi kita atau siapa saja yang ditunjuk untuk mendapatkan penghargaan ini diharuskan menjalankan beberapa sunah rosul. Bukan. Maksud aku beberapa peraturan dari 'The Liebster Award' itu sendiri.
  1. Publikasikan materi mengenai penghargaan ini di blog penerima penghargaan.
  2. Ucapkan terima kasih kepada mereka yang telah memberikan penghargaan ini, jangan lupa diberi backlink ke blog pemberi penghargaan ya. Hitung-hitung promosi.
  3. Lalu, ceritakan 11 hal tentang diri kita. Yang hobi main Ask.fm pasti paham hal satu ini. "Kakak describe aku dong, no mager!"
  4. Selesai bercerita mengenai diri masing-masing, selanjutnya kita harus menjawab pertanyaan dari pemberi penghargaan.
  5. Terakhir, berikan pertanyaan baru untuk mereka yang kita pilih untuk mendapatkan penghargaan selanjutnya. Pertanyaan dan orang yang dipilih harus 11, ingat 11. Usahakan berikan pertanyaan se-kepo mungkin, tapi penting dan masuk akal.
Ok, poin kesatu udah aku jalankan dengan baik. Kini, aku mau berterima kasih kepada rekan-rekan blogger yang telah ikhlas dan rela memberikan penghargaan ini kepada aku. Mereka adalah Kak Evrina dan  Kak Radhian. Khusus buat Kak Evrina, aku juga minta maaf baru bisa menjalankan amanah dari kakak untuk meneruskan penghargaan ini. Terima kasih ya kakak-kakak. Asyik dapat double award ini ceritanya. Xoxo.

Next, inilah 11 hal mengenai aku. Disimak ya jangan keburu close tab-nya!
  1. Nama aku Rosiy. Dicatat ya! R-O-S-I-Y. Bukan, Rosi, Rossi, Rosy, Rozi, atau Rose. Rose itu bunga.
  2. Sosok manusia yang moody banget. Kalau mood-nya lagi bagus biasanya sangat menguntungkan. Tapi, kalau mood-nya sudah hancur jangan pernah menganggu aku. Bisa-bisa kalian aku binasakan. Bercanda.
  3. Hobi mendengarkan lagu. Khususnya lagu-lagu yang maknanya luar biasa kena dihati.
  4. Malas membaca, apalagi buku yang tebal banget. Paling cuma dibuka halaman per halaman tapi gak dibaca.
  5. Suka banget sama barang yang berbau vintage, unik dan lucu.
  6. Kaku saat tak saling kenal. Gila saat saling kenal.
  7. BeyHive dan Parawhores.
  8. Dreamer sejati dan selalu ada saja cara buat mewujudkannya.
  9. Sekarang, aku duduk di kelas 12 jurusan Teknik Gambar Bangunan, SMKN 5 Surabaya.
  10. Pengguna angkutan umum, khususnya bemo atau angkot.
  11. Terakhir apa ya, duh bingung kan. Pokoknya 11 poin itu tidak cukup untuk menceritakan semua tentang aku.
Next, aku bakal jawab 11 pertanyaan dari Kak Evrina dan  Kak Radhian.

Pertama, Kak Evrina dulu ya. Karena, ia telah memberikan penghargaan ini mulai bulan Juni kemarin.
  1. Mengapa suka ngeblog? Soalnya aku udah dapat banyak manfaat dari dunia blog, baik berupa materi maupun non materi. Pokoknya bermanfaatlah.
  2. Bagaimana caranya supaya inspirasi datang? Tidur dan terbangun dengan fikiran yang fresh. Kalau masih belum fresh biasanya bertapa di tempat sepi.
  3. Apa cita-cita yang ingin banget dipenuhi? Keliling dunia. Biar saling mengenal situasi dan kondisi antar wilayah di penjuru dunia.
  4. Apabila diberikan kesempatan untuk bertemu idola kalian, siapakah yang ingin ditemui? Beyoncé! Mustahil banget tapi.
  5. Film apa yang memberikan kesan paling mendalam buat teman-teman? My Name is Khan mungkin.
  6. Diantara postingan yang sudah saya tulis, manakah yang paling teman-teman suka dan apa alasannya? Duh, yang mana ya? Ketahuan banget kalau gapernah berkunjung ke blog kakak. Mungkin postingan yang menang kontesnya Relawan Dino Patti Djalal, soalnya melalui tulisan tersebut kita dipertemukan secara langsung di Jakarta.
  7. Pilih mana? Jalan-jalan ke pantai apa ke pegunungan? Alasannya apa? Pantai dong, di pantai bisa seksi soalnya. Kalau di pegunungan gak kuat dinginnya sama gak terbiasa dengan suasana gelap gulita hutan belantara.
  8. Apa yang ingin teman-teman lakukan bersama keluarga yang teman-teman sayangi? Apa ya? Apa aja deh pokoknya yang bisa saling menghibur.
  9. Menurut kalian masa depan itu apa? Pembaharuan. Udah itu aja.
  10. Apa saran teman-teman terhadap kemajuan pertanian Indonesia? Semoga bisa memproduksi dan memasarkan produk pertanian dengan baik. Jangan mau rugi di petani, tapi untung di pihak kedua.
  11. Kalo me time pengen ngapain ajah? Jalan-jalan atau tidur.
Kedua, pertanyaan dari Kak Radhian. Oh ya, salam kenal juga ya kak.
  1. Apa sih yang menarik dari blog kamu? Kalau aku pribadi suka banget sama templatenya, untuk lain-lainnya kan tergantung dari selera pengunjung blog aku.
  2. Apa yang jadi motivasimu untuk bisa bikin kamu semangat lagi ngejalanin hidup? Motivasiku cuma satu: You Only Live Once!
  3. Apa makanan kesukaanmu? Dan kenapa itu jadi makanan favorit kalian? Bakso dan mi ayam. Enak aja dan gampang dicarinya. Tapi, lebih favorit lagi masakan Padang.
  4. Dimana tempat favorit kalian kalo pengen cari inspirasi? Kamar.
  5. Yang kalian lakukan kalo lagi suntuk ngapain? Diam aja, bingung juga mau ngapain. Paling mendengarkan musik lantas tidur.
  6. Suka Stand Up Comedy? Jangan lupa kasih alasannya juga ya. Hmm, kalau dibilang suka yang gak begitu amat suka. Soalnya, kadang-kadang leluconnya gak lucu.
  7. Suami/istri idaman kamu seperti apa? Istri yang perhatian dan saling mengerti keadaan satu sama lain.
  8. Lebih suka makan di luar atau makan di rumah? Kenapa? Tergantung, tergantung kocek di dompet sama makanan yang dimasak di rumah itu apa.
  9. Apa yang sampai sekarang belum biasa kalian capai? Keliling dunia. Udah itu aja.
  10. Ini udah nomer 10 kan? Udah. Ketahuan banget nih bingung mau kasih pertanyaan apaan kan? Hayoo ngaku!
  11. Kalo udah baca nomer 11 artinya kalian udah janji mau bikin tulisan balasan untuk award dari saya ini kan? Iya deh, gak janji sih. Soalnya udah dilakukan.
Dan saat yang ditunggu pun tiba. Saatnya aku untuk memberikan penghargaan selanjutnya diberikan kepada:
  1. Rohyati Sofjan
  2. Muhammad Rifqi Saifudin
  3. Adin Dilla
  4. Herdian Palupy
  5. Rodame Napitupulu
  6. Rizki Dwika
  7. Efi Fitriyyah
  8. Maz Reyza Zamzamy
  9. Muhammad Angki Prasetyo Nugroho
  10. Angga Zulika Ramadhani
  11. Luckty Giyan Sukarno 
Selamat! Salam kenal juga buat yang belum kenal dengan aku atau mungkin bisa kenalan langsung. Nah loh. Dan ini pertanyaan untuk kalian yang harus dijawab:
  1. Sebutkan lima kata yang menggambarkan blog kalian seperti apa?
  2. Negara mana yang sangat ingin kalian kunjungi? Dan apa alasannya!
  3. Jika di dunia hanya terdapat satu makanan saja yang dikonsumsi, menurut kalian makanan apa itu? Dan apa alasannya!
  4. Jika diberi kesempatan kembali ke masa lalu, kalian ingin kembali ke masa apa?
  5. Konser apa yang sangat ingin kalian datangi?
  6. Artis luar negeri favorit kalian siapa? Dan apa alasannya!
  7. Lebih suka aliran musik apa? Dan apa alasannya!
  8. Jika diberi kesempatan hidup dua kali, apa yang ingin kalian lakukan?
  9. Nama panggilan khusus kalian apa?
  10. Mimpi terbesar kalian yang sampai sekarang belum tercapai apa?
  11. Usaha apa yang kalian tempuh untuk menebus mimpi kalian di jawaban poin no. 10?
Sampai disini tulisan aku mengenai 'The Liebster Award'. Bagi kalian yang tercantum dalam daftar pilihan penerima penghargaan dari aku janga lupa untuk melaksankan aturan yang aku sampaikan sebelumnya. Jangan sampai juga penghargaan ini terputus di aku! Semoga silahturami antar blogger terus terjaga dengan baik.

Salam dari Galaasia del Sogno.

Monday, July 7, 2014

Merajut Asa di Indonesia

Peta Indonesia. (Sumber foro: Ship Management International)

Aku. Aku tinggal di sebuah Negara yang kaya raya, baik sumber daya alamnya juga sumber daya alam manusianya. Negara yang terdiri atas gugusan pulau yang menjuntai dari Sabang hingga Merauke. Sekitar 220 juta jiwa penduduk tinggal di dalamnya, membuat Negara ini mendapatkan predikat Negara ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Letaknya strategis membuat Negara ini tak kalah diperhitungkan keberadaannya di mata dunia. Kalian pasti sudah dapat menebak di Negara mana aku tinggal? Karena, aku dan kamu tinggal bersamanya. Tinggal di Negara yang bernama: Indonesia.

Banyak sekali fasilitas yang telah diberikan Indonesia kepada rakyatnya. Meskipun tak selengkap Negara maju, setidaknya kita patut bangga dengan apa yang telah dimilikinya. Salah satunya, Pendidikan. Pendidikan ialah kunci keberhasilan suatu Negara. Pendidikan juga mengambil peranan penting dalam menentukan nasib Indonesia di masa yang akan datang. Dewasa ini, kita dapat merasakan pendidikan yang layak  tanpa harus bersusah payah ‘kucing-kucingan’ seperti pada jaman penjajahan. Kini kita telah dapat menikmati pendidikan di Indonesia seutuhnya. Aku pun diantaranya.

Perkenalkan aku, Muhammad Fathur Rosiy. Cukup dipanggil Rosiy. Aku tumbuh dan berkembang di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Tujuh belas tahun sudah aku hidup di Indonesia. Sekarang aku masih sekolah di SMKN 5 Surabaya dan kurang beberapa langkah lagi aku akan lulus. Entah masa depan akan mengarahkanu ke bangku kuliah atau harus dituntut mandiri mencari pekerjaan. Tapi, itu urusan takdir yang berbicara. Manusia hanya bisa memberi pilihan dan Tuhan-lah yang telah menentukan kemanakah arah yang akan dijalani. Aku tak mau berbicara terlalu panjang mengenai masa depanku. Disini aku ingin menceritakan bagaimana pentingnya pendidikan bagiku. Pendidikan yang akan mengantarkan mimpiku menjadi kenyataan, membanggakan diriku sendiri, orang tua, sanak saudara, teman-temanku, dan tentunya bangsaku.

Siswa-siswi yang mengikuti upacara bendera di Gedung Grahadi, Surabaya. (Dokumentasi Pribadi)

Tanggal 3 Juni 1997, aku dilahirkan sebagai insan suci yang masih buta akan kehidupan duniawi. Terlahir normal dari pasangan suami istri, Gunawan Wibisono dan Sulasmi. Dari sinilah hidupku bermula. Mulai mengenyam pendidikan dasar pada tahun 2003, aku disekolahkan di SDN Tembok Dukuh. Di sekolah dasar aku diajarkan bagaimana menjadi orang Indonesia yang bangga menjunjung bahasa persatuannya, Bahasa Indonesia. Di masa ini juga aku diajarkan bagaimana caranya untuk mencintai bangsaku sendiri. Melalui pelajaran ilmu pengetahuan sosial aku dapat mengetahui perkembangan sejarah Indonesia.  Melalui pelajaran pendidikan kewarganegaran aku diajarkan untuk menjadi pribadi yang tak boleh melupakan bangsanya. Melalui pelajaran seni budaya aku dikenalkan berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia. Dan masih banyak pelajaran lainnya yang menuntunku untuk lebih mencintai Indonesia.

Saat di sekolah dasar aku sangat mencintai lagu nasional dan lagu daerah, banyak lagu yang aku hafal dan resapi maknanya. Aku memfavoritkan lagu “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki dan “Tanah Airku” karya Ibu Soed, kedua lagu tersebut merefleksikan gambaran Indonesia yang lebih kompleks dan memberikan amanah untuk selalu menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kelincahan tubuhku pada saat itu aku manfaatkan untuk giat berlatih tari daerah. Karena, tari menjadi muatan lokal pelajaranku dan memang sejak kecil aku senang menggerakkan tubuhkan dalam alunan musik yang menghentak. Pada kelas 2, aku dipilih menjadi pengisi acara di pentas seni dan perpisahan kakak kelasku. Bersama empat rekan lainnya, aku membawakan tari daerah yang entah aku lupa apa namanya. Maklum, peristiwa ini sudah berlalu beberapa tahun dalam hidupku.

Tak terasa 6 tahun telah berlalu di bangku sekolah dasar, terima kasih kepada guruku yang ikhlas dan sabar menyampaikan ilmu kepadaku dan teman-temanku. Pendidikanku dilanjutkan ke bangku sekolah menengah pertama. Dengan modal nilai ebtanas murni yang mengantarkanku menjadi siswa di SMP Negeri 25 Surabaya. Banyak pelajaran yang tingkatnya lebih berkembang dari sekolah dasar aku dapatkan disini dan tentunya lebih membuatku menghargai Negara yang menjadi mata pencaharian kedua orang tuaku ini. melalui Organisasi Siswa Intera Sekolah, aku pun dididik konsep demokrasi dan bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Ya, aku mengikuti organisasi tersebut dua tahun berturut-turut hingga jabatan Wakil Ketua pernah aku sandang. Tapi, apalah arti sebuah jabatan bagiku karena pengalaman lebih penting sebagai guru yang paling berharga dalam hidupku. Pelbagai pelatihan kepemimpinan pun aku ikuti untuk mematangkan sikap kepemimpinan.

Kebersamaanku dengan teman sebangku di SMP, Monika namanya. (Dokumentasi Pribadi)

Aku aktif pada ekstrakulikuler Lingkungan Hidup. Ekstrakulikuler yang memberikanku latihan betap pentingnya sikap dalam menjaga lingkungan di sekitar kita. Mulai dari tidak membuang sembarangan hingga mengurangi penggunaan CFC dan sterefoam. Aku pun lebih cinta Indonesia melalui pendidikan yang diberikan di sekolah menengah pertama. Rasa cinta yang tak hanya melalui perkataan namun juga aksi nyata. Oh ya, aku pun diperkenalkan dengan Blog sejak kelas 3 SMP. Bermula dari pembuatan blog yang digunakan sebagai tugas akhir sekolah dan berkembang hingga saat ini.

Tiga tahun sudah aku lalui di bangku sekolah menengah pertama. Pendidikan dasarku berakhir selama 9 tahun, sama persis dengan program ‘Wajib Belajar’ yang dicanangkan pemerintah. Pendidikanku berlanjut ke Pendidikan Menengah. Aku mendaftarkan diri sebagai peserta didik di SMK Negeri 5 Surabaya pada tahun 2012. Memilih jurusan Teknik Gambar Bangunan sebagai pilihan program prodinya selama mengenyam pendidikan 4 tahun disana. Iya 4 tahun, karena SMK Negeri 5 Surabaya merupakan lanjutan dari sekolah rintisan STM Pembangunan yang mengharuskan siswanya untuk menerima pendidikan selama 4 tahun. Tiga tahun awal difokuskan dengan materi dan praktek di sekolah, dan satu tahun selanjutnya magang atau praktek kerja lapangan. Baru saja aku naik dari kelas 11 ke kelas 12, meskipun baru dua tahun aku duduk di bangku sekolah menengah kejuruan bukan berarti pendidikan yang aku dapat masih sedikit. Terlebih lagi pendidikan yang mengajarkan bagaimana cara menjadi warga Negara yang baik dan cinta terhadap tanah air.

Kelas 1 SMK merupakan masa-masa transisiku dari sekolah menengah pertama. Pada saat itu, aku mendapatkan ilmu menjadi pebisnis dengan bergabung di perusahaan siswa. Perusahaan tersebut dinamai, ANT 5 SC 3rd Generation. Sama seperti perusahaan umumnya yang memproduksi dan memasarkan produknya, cuma berbeda di siapa yang menjalankan perusahaannya saja. Aku pun ditunjuk sebagai Vice President of Production, kepala bidang produksi dalam perusahaan siswa tersebut. Produk yang diusung ialah aneka tas yang terbuat dari jeans, awalnya hanya dipadu padankan dengan kulit sintetis. Tetapi, lambat laun aku pun berfikir mengapa tidak mencoba menggabungkan citarasa Barat dan Timur. Hingga produk tas dari bahan jeans dengan batik pun tercipta. Aku ingin menunjukkan bahwa Indonesia dapat diterima di kanca dunia melalui produk yang diusung. Terbukti saat kompetisi nasional di Jakarta produk tersebut laris manis diserbu pembeli.

Tas yang diproduksi ANT 5 SC 3rd Generation. Tas yang paling atas merupakan perpaduan bahan jeans dan batik. (Dokumentasi Pribadi)

Pada kelas 2 SMK, aku mulai giat mengembangkan potensi di bidang menulis. Terutama menulis di blog. Iseng-iseng mencari informasi di internet seputar lomba blog hingga suatu saat membuat aku berani untuk mengikutinya. Lomba blog pertama yang aku ikuti ialah Lomba Blog Kaum Muda Bicara Indonesia yang diadakan Bapak Darwin Saleh, mantan Menteri ESDM Indonesia melalui websiter resminya. Tulisanku yang bertajuk ‘Optimalisasi Peranan Kelembagaan dalam Pemerataan Pembangunan Indonesia’ berhasil menyabet predikat juara pertama. Perasaan senang, bangga dan tidak percaya melebur jadi satu. Mengingat ini lomba blog pertamaku dan prestasi pertamaku di dunia blog. Kemenangan ini menjadi cambuk nyata untuk aku, agar lebih giat dalam membuahkan prestasi yang lebih banyak lagi. Berlanjut ke kompetisi blog yang aku ikuti, kali ini kompetisi tersebut diusung oleh Relawan Dino Patti Djalal. Dan Alhamdulillah, aku menjadi juara pertama di kategori pelajar. Aku pun berkesempatan bertemu langsung dengan Bapak Dino Patti Djalal, mantan Dubes RI – AS.

Yang membuat istimewa lagi, dua tulisan tersebut memiliki kesamaan tema, yakni tentang ‘Masa Depan Indonesia’. Melalui tulisanku tersebut aku telah membagikan pengetahuan dan wawasan yang telah aku miliki selama sekolah. Secara tidak langsung pula, tulisan tersebut dapat digunakan sebagai inspirasi bagi pemuda Indonesia untuk berbuat lebih bagi bangsanya. Dengan kompetisi tersebut aku juga telah mengurangi sedikit beban orang tuaku. Aku dapat membeli laptop yang aku idamkan dengan uangku sendiri dan membayar beberapa hutang yang dimiliki orang tuaku. Padahal sebelumnya aku merengek untuk dikreditkan laptop, karena ketidakmampuan orang tuaku untuk membelikannya secara langsung.

Kegembiraan pelajar Indonesia. (Dokumentasi Pribadi)

Mungkin sampai disini aku dapat menceritakan lika-liku perjalananku dalam mengenyam pendidikan di Indonesia. Aku berkeinginan dapat melanjutkan pendidikanku ke tingkat yang lebih tinggi. Sehingga dapat memberikan sumbangsi kepada Negara meskipun sepenuhnya aku masih belum dapat membalas budi atas apa yang telah diberikannya kepadaku. Namun setidaknya aku telah mencoba untuk memberikan manfaat bagi bangsaku, diriku sendiri, orang tua, dan orang-orang terdekatku. Semoga kedepannya pendidikan Indonesia dapat berkembang secara optimal, guna menyongsong Indonesia yang lebih baik lagi. Terima kasih kepada semua yang telah menghantarkanku menuju jenjang kedewasaan. Pendidikan Indonesia memang tak sebagus yang ada di luar negeri, tapi aku percaya dan yakin bahwa orang-orang yang tuntas mengenyam pendidikan di Indonesia tak kalah dengan mereka yang sekolah di luar negeri. Karena, kekuatan mimpi dapat menghantarkan Indonesia ke gerbang perbaikan. Tak banyak pula, generasi revolusioner yang lahir di Indonesia. Semua berkat pemanfaatan pendidikan yang didapatkannya. Lahir, tumbuh dan berkembang di Indonesia, dan tentunya kembali untuk mengabdi kepada Indonesia. Kembali untuk berprestasi, kembali untuk berbagi, kembali untuk tujuan yang mulia.  Memajukan Indonesia! Dan biarlah aku merajut asa di bumi pertiwi ini!

Sunday, June 29, 2014

Pantai Pulau Merah, 'Hidden Paradise' di Banyuwangi


Siapa yang tak suka pergi ke pantai? Apalagi mendatangi sebuah pantai dengan hamparan pasir putih nan halus dengan lautan yang bersih. Dihiasi nyiur melambai serta pohon pandan pantai, tak mau kalah pula barisan perbukitan yang tertata rapi bak lukisan yang telah digambarkan sempurna oleh Sang Pencipta. Begitupula aku. Di awal Juni yang lalu, aku dan keluarga berkesempatan berlibur ke Banyuwangi yang notabene merupakan kabupaten paling ujung di Jawa Timur. Banyuwangi kini telah masyur dikenal para wisatawan, baik dari pesona alam dan khazanah budaya yang patut untuk diketahui. Bagi kita yang pernah berpergian ke Bali melalui jalur darat pasti sudah pernah menginjaki kabupaten ini, meskipun hanya lewat saja.


Kembali ke pantai. Banyuwangi menyimpan banyak pantai eksotis yang wajib dikunjungi bila berkesampatan melipir kesana. Tak mau kalah dengan Hawaii, Banyuwangi mempunyai pantai yang menjadi spot favorit para peselancar, baik lokal maupun dunia. Pantai Plengkung atau G-land namanya. Namun, kali ini aku tidak membahas pantai tersebut karena pada saat ke Banyuwangi aku dan keluarga tidak sempat mengunjungi pantai tersebut. Kami hanya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pantai Pulau Merah dan Pantai Blimbingsari saja.

Ini Pantai Pulau Merah, bung! Banyuwangi punya!

Destinasi pertama yang kami kunjungi yakni, Pantai Pulau Merah. Saat pertama kali mendengar nama tersebut terlintas bayangan bahwa letak pantai tersebut harus ditempuh di sebuah pulau. Tapi, nyatanya tidak. Ternyata nama pulau tersebut diambil dari bukit hijau dengan tanah merah yang berada di dekat bibir pantai. Katanya sih, pada musim kemarau akan terlihat kemerahan akibat pantulan cahaya matahari di sore hari. Dan kita dapat mengakses bukit tersebut kala air surut. Letaknya yang berada di selatan Banyuwangi sangat mudah dijangkau karena selama perjalanan kita akan ditolong oleh beberapa palang penunjuk jalan yang setia memberitahukan kami kemana arah yang benar. Kurang lebih 80 km jarak yang harus ditempuh dari pusat kabupaten. Atau tepatnya pantai tersebut berlokasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan perbukitan dan ladang penduduk setempat. Banyuwangi terkenal dengan tanaman jeruk dan buah naga, terbukti dari setiap ladang yang kami lewati pasti ditumbuhi tanaman tersebut.

Ujung dari pantainya. Itu yang hitam-hitam batuan karang. Keren kan!

Sesampainya di lokasi tersebut, kita akan bertemu beberapa anak muda yang bertugas sebagai petugas pintu masuk pantai. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, pada saat itu aku dan keluarga yang berjumlah 7 orang dikenakan tarif Rp 30ribu. Itupun katanya sudah didiskon, nahloh ini mau ke pantai apa pusat perbelanjaan. Tarif pastinya pun aku tak sebegitu mengerti karena tidak diberi tiket masuk, jadi habis disuruh bayar langsung tancap gas untuk parkir. Kami disambut dengan pohon rindang yang menjulang tinggi, sebelum masuk ke pantai. Kami sekeluarga yang sudah tak sabar langsung berhamburan ke pantai dengan antusias. Pemandangan disana sangat, sangat, dan sangat indah sekali. Lautannya yang bersih dan bening, serta hamparan pasir pantai kecoklatan terhampar luas sejauh kurang lebih 3km. Adik-adikku yang kebetulan ikut bersama kami langsung berlarian ke pantai, bermain dengan cipratan air laut. Tenang saja, disana ada beberapa lifeguard yang sigap mengawasi pengunjung yang bermain di pantai.

Kursi bersantai, tinggal pilih. Tapi jangan lupa bayar hehe.

Di bibir pantai tersebut berjejer kursi santai berpasangan dengan payung merah merona. Eiiitss.... Jangan asal duduk dulu, karena kursi santai tersebut disewakan. Harganya sekitar Rp 20ribu untuk satu jamnya, tapi herannya aku menikmati kursi santai tersebut lebih dari satu jam tetapi tidak dikenakan tarif tambahan. Ini untung apa sebenarnya gratis sih, yang bego siapa sekarang? Hehe. Whatever-lah yang penting pantainya bagus. Aku yang memiliki jiwa fotografer amatiran langsung berputar-putar lokasi untuk mencari spot foto yang bagus. Tetapi, tak usah dicari sih karena semua spot di pantai tersebut dijamin bagus semua. Banyak turis lokal maupun dunia yang berkeliaran di pantai, menyusuri pantai yang halus. Ada yang sendiri, berpasangan hingga rombongan seperti aku dan keluarga.

Perahu yang warnanya mencolok banget.

Serunya lagi pantai tersebut panasnya tidak begitu terik, mungkin dikarenakan saat itu cuaca yang cukup berawan atau tanaman yang rindang atau bahkan hembusan angin laut. Entahlah pokoknya adem aja. Aku pun menyusuri bibir pantai yang berhiaskan nyiur melambai serta pohon pandan pantai yang tumbuh dengan kokoh. Saat di depan bukit 'Pulau Merah' tersebut terdapat beberapa buah perahu nelayan. Mungkin itu dibuat untuk menyeberang ke batuan karang tersebut. Mungkin sih, soalnya selama disana tidak ada yang menggunakan perahu tersebut. Terlihat pula beberapa anak asal daerah tersebut yang dengan berani berselancar di deburan ombak yang cukup menggelora, meskipun tak seekstrim G-land. Pantai Pulau Merah pernah digunakan sebagai tempat gelaran kompetisi berselancar tingkat dunia. Oh ya, disana juga tersusun perbukitan yang tak kalah kerennya. Jadi, aku berasa di Hawaii-nya Banyuwangi hehe.

Lapar? Kios jajanan banyak kok. But mostly, es kelapa muda utuh paling recommended.

Saat lapar menyergap tak usah kalang kabut. Disana telah tersedia beberapa kios yang menyediakan beraneka ragam makanan dan minuman yang siap untuk disantap. Es kelapa muda utuh pun menemaniku menikmati surga tersembunyi di Banyuwangi tersebut. Sungguh nikmat dunia! Di ujung Pantai Pulau Merah kita akan menemui batuan karang yang cantiknya tidak ada duanya. Hati-hati ya saat menaiki batu karang, salah fokus sedikit bisa berabe. Tempat tersebut menjadi spot favorit untuk berfoto-foto ria bahkan ada yang melangsung foto pre-wedding disana loh.

Pura Segara Tawang Alun. Letaknya agak tersembunyi di antara mess wisatawan.

Di pantai ini juga terdapat sebuah Pura yang dipergunakan umat beragama Hindu setempat untuk melaksanakan upacara Mekiyis. Kawasan wisata ini dikelola oleh Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, KPH Banyuwangi Selatan. Terima kasih kepada bapak Bupati Abdullah Azwar Anas, selaku bupati Banyuwangi yang telah memberikan perhatian penuh untuk mengembangkan potensi wisata alam ini sejak 2012. Patut diketahui, pada tahun 1990-an kawasan Pantai Pulau Merah rusak diterjang tsunami.

Sepupuku pun menggila dengan hamparan pasir yang halus.

Bermain dipantai seolah kita berada di dimensi ruang yang berbeda. Tanpa beban, tanpa macet, tanpa hiruk pikuk kota yang membuat suntuk. Kalian yang belum ke Pantai Pulau Merah atau sedang / akan ke Banyuwangi, jangan lupa sempatkan waktu luang kalian untuk menyusuri pantai tersebut! Dijamin tidak menyesal dan akan nagih, nagih dan terus nagih untuk pergi kesana. Recommended banget! Semoga kedepannya pengelolaan pantai disini lebih baik lagi sehingga tak usah menyeberang ke Bali karena di Jawa Timur sudah ada Pantai Mulai Merah, 'Hidden Paradise'-nya Banyuwangi.

I♥BWI. Ayo gotong royong, mujudaken Banyuwangi lebih baik.

Narsis sedikit boleh kan:p Pantainya cakep sih.
“The ocean stirs the heart, inspires the imagination and brings eternal joy to the soul.” – Wyland

Thursday, June 26, 2014

I am... Yours


Hi... Kurang lebih dua tahun sudah blog ini tumbuh dan berkembang. Yang semula hanya sekedar bahan tugas akhir sekolah, berisikan postingan tutorial dengan tampilan yang sangat ramai. Pasar tradisional saja kalah ramai. Hingga berubah dengan pengemasan yang lebih sederhana. Sederhananya sampai dapat tergolong dalam golongan postingan 'nyampah'. Kenapa dapat dikatakan begitu? Aku hanya menjadi tukang copy-paste tulisan orang, sederhana kan cuma copy dan paste tulisan orang. Namun, tak sembarang tulisan yang aku copy-paste dan lebih condong ke tulisan mengenai perkembangan fashion di dunia luar. Banggakah? Tentu saja tidak. Tetapi, entah kenapa terdapat kepuasan sendiri bila dapat menyajikan sesuatu yang layak dikonsumsi audience blog aku meskipun harus disajikan dengan karya orang lain. Lucu memang punya blog tapi isinya copy-paste semua. Inginnya jadi blogger up-to-date, eh malah jadi 'blog sampah'.

Hingga suatu saat. Entah terilhami oleh siapa, aku berusaha untuk mengembalikan semangat blogging yang menggelora dan akan hati-hati dalam mengkonsep blog aku kedepannya seperti apa. Hal yang pertama harus dibenahi ya itu tadi, masalah postingan copy-paste. Dengan berat aku harus rela dan ikhlas untuk menghapus semua postingan copy-paste tersebut. Nekat memang, dan cenderung gila. But, perubahan harus dilakukan sepenuhnya. Percuma pake embel-embel 'Aku ingin berubah' tapi setengah-setengah. Nanggung bro! Dari postingan yang berjumlah hampir 200 pada Juni 2014 ini, aku pilah-pilah hingga tersisa 40-an saja. Gila! Aku copy-paste tingkat kakap. Haha..... Tidak hanya postingan copy-paste aja sih yang aku hapus tapi juga tulisanku sendiri yang agak gimana gitu.

Untuk tampilan blog, aku masih cinta tampilan saat ini. Sederhana. Serta eye-friendly. Jadi, kenyamanan para blogwalker yang lagi jalan-jalan di blog aku lebih terjamin. Dan melalui tulisan ini aku ingin deklarasikan: 'I am... Yours'. Maksudnya konten di blog ini akan menjadi milik kalian semua. Dapat dinikmati semua kalangan. Tulisan yang menarik tentunya dengan beberapa penunjang yang interaktif. Konsisten. Bantu kritik dan sarannya ya fellas, kolom komentar masih terbuka lebar kok. Jalin silahturami juga. Aku juga punya rencana untuk membuat konten mengenai review tempat, acara, atau apalah terserah. Tapi masih bingung dengan situasi dan kondisi yang masih belum memadai hehe. Ingin review buku, sayangnya bukan kutu buku. Jadi review apa dong? Yaudah deh, ditunggu aja kejutannya.

Tak mudah memang untuk menjadi seorang blogger yang konsisten. Dari sini pula terpetik suatu hikmah yang harus diperhatikan, yakni: 'Carilah identitas dari blogmu sebelum melangkah lebih jauh!'. Melalui pencarian identitas blog kita akan lebih terarah dalam hal pengembangannya.

Oh ya, aku punya akun Instagram loh! Ayo kita saling ber-follow ria! Cek di: http://instagram.com/rosiyyy atau langsung search aja username ig aku: Rosiyyy. Promo sedikit tak apalah. Mungkin sampai disini coletahan singkatku ini. I am... Yours. Terima kasih fellas, xoxo.

Monday, June 16, 2014

Yuk, Cetak Foto di Pictalogi!


"Ingin cetak foto nih, tapi....."
"Ribet ah entar"
"Tempatnya jauh"
"Antreannya lama"
"Prosesnya apalagi"
"Yaudah, kapan-kapan aja"

Tanpa kita sadari percakapan diatas merupakan problematika yang sering muncul seiring saat kita ingin mencetak foto. Mulai dari permasalahan tempat percetakan foto yang jauh, harus mengantre cukup lama, belum lagi kita harus bersabar menunggu proses mencetaknya. Permasalahan ini tentunya membuat kita semakin malas untuk mencetakkan foto kita bukan? Di jaman modern ini kita lebih condong menggunakan layanan photo sharing seperti Instagram, Facebook maupun Flickr untuk membagi momen-momen indah dalam hidup kita. Tapi  pernahkan terbesit di fikiran kita untuk mencetak foto tersebut? Oh ya sih, mencetak foto di kamera saja sudah malas apalagi mencetak dari photo sharing.

But, tenang dulu! Aku punya solusi untuk cetak foto yang makin mudah. Namanya: Pictalogi. Pictalogi merupakan sebuah layanan untuk mencetak foto secara lebih mudah dan praktis, kapan saja dan dimana saja kita berada, kita dapat mencetak foto dengan leluasa. Pictalogi juga merupakan bentuk pengembangan dari Instalogi. Dan yang perlu digaris bawahi disini, Pictalogi dikembangkan oleh anak bangsa Indonesia sendiri loh. Mimi Creative ialah penggagas dari Pictalogi ini.


Sesuai tagline yang diusung: Cetak Foto Mudah, Cukup Dari Rumah. Pictalogi memberikan pelayanan yang mudah, praktis, dan efisien, serta dengan harga yang terjangkau. Kali ini aku ingin berbagi langkah-langkah menggunakan Pictalogi, semacam hijab tutorial. Eh bukan, tutorial mencetak foto dari Pictalogi.


Hal paling pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan momen-momen indah yang akan kita cetak melalui Pictalogi. Kalau tidak ada fotonya terus apa yang dicetak? Aku pribadi menyiapkan foto-fotoku sejak bayi hingga usiaku yang kini telah menginjak 17 tahun, 3 Juni kemarin. Inginnya sih membuat perjalanan hidup aku sampai umur 17 tahun gitu. Untuk mendapatkan foto bayiku, aku harus menggunakan pintu kemana saja Doraemon untuk kembali ke masa lalu dan memfotonya sendiri. Ngawur! Berkat bantuan mama tercinta dengan telaten kami berdua mengobrak-abrik satu lemari untuk mencari foto bayiku. Foto albumnya sudah hilang entah kemana, tapi untungnya masih ada klise film negatif. Yaudah, buru-buru aku scan aja.


Foto-foto sudah siap. Sekarang waktunya berkunjung ke website-nya Pictalogi. Pastikan sebelumnya gadget kita sudah terkoneksi di internet atau wifi. Buka melalui web browser kita alamat website: www.pictalogi.com. Informasi tambahan aja, website ini termasuk ke dalam golongan website dengan style responsive. Artinya, mau diakses melalui laptop, netbok, tablet, atau smartphone bisa-bisa saja. Tampilan di website juga menarik dan eye catching. Pictalogi sendiri memberikan 4 pilihan produk kepada calon pembeli. Yakni: mini book, mini sticker, square photo dan R sizes.


Kini waktunya kita memesan produk yang diinginkan. Namun, sebelumnya kita diharuskan untuk mendaftar akun terlebih dahulu. Mudah kok, cukup mengisikan form yang telah tersedia dengan menginput nama, nomor telepon, email, username dan password. Disini juga diberikan opsi mendaftar melalui akun Instagram maupun Facebook kita. Bagi yang sudah punya akun di Pictalogi langsung saja masuk/login.


Setelah login. Pilih pilihan produk yang kita inginkan, ada mini book, mini sticker, square photo, dan R sizes dengan rinciaan produk sebagai berikut:


Mini book:  Fotomu akan dicetak dalam bentuk mini book berukuran 10,5 x 7,5 cm dengan finishing doff biar kelihatan kesan eksklusifnya. Satu set mini book dapat mencetak 30 foto pilhanmu dengan berbagai tema dan cover yang kita sukai. Terdapat 12 pilihan background, cover, dan backcover yang dapat dipilih disini. Disini fotomu akan di cetak di atas kertas foto impor dengan kualitas mumpuni. Harga yang ditawarkan: IDR 54.900,-

Mini sticker: Fotomu akan dicetak menjadi stiker-stiker mini yang lucu. Kalian akan mendapatkan 16 lembar stiker dengan pilihan 64 foto (2x2 / halaman) atau 144 foto (3x3 / halaman). Yang membuat unik dari mini sticker ini adalah dalam satu setnya akan dibentuk dalam sebuah buku mini. Stiker akan dicetak di atas kertas stiker bontax dengan laminasi doff dingin. Harga yang ditawarkan: IDR 59.900,-

Square photo: Fotomu akan dicetak dalam bentuk persegi. Satu paketnya tersedia dalam dua ukuran: 10,16 cm (4 inci) sejumlah 16 foto, maupun ukuran 6,35 cm (2,5 inci) sejumlah 32 foto. Disini fotomu akan dicetak di atas kertas foto berkualitas, Royal Doff. Cocok untuk mencetak foto keren dari akun Instagram-mu. Harga yang ditawarkan: IDR 49.900,-

R sizes:  Fotomu akan dicetak dalam ukuran standar kertas R yang tersedia ukuran 3 R, 4R. 5R, dan 6R dengan satu paketnya sejumlah 16 foto. Sama seperti square photo, R sizes juga menggunakan kertas Royal Doff. Cocok untuk mencetak foto keren dari kameramu. Harga yang ditawarkan: mulai dari IDR 49.900,-

Untuk masalah ongkos kirim tenang saja, karena Pictalogi membebaskan ongkos kirim seluruh Indonesia. Jadi tidak ada biaya tambahan untuk ongkos kirim. Aku sendiri memilih produk Mini Book karena cocok dengan keinginku untuk membuat perjalanan hidupku melalui foto. Sudah memilih produk yang diinginkan? Langsung saja klik “Pesan Sekarang” untuk proses selanjutnya.


Sekarang waktunya untuk mengatur foto. Kita dapat menggunakan foto yang telah di-upload di akun Instagram atau Facebook kita yang telah terkoneksi dengan Pictalogi, atau juga kita dapat menggunakan foto yang kita upload sendiri. Untuk fitur upload sendiri, Pictalogi menyediakan batasan ukuran maksimal per foto yakni 5mb dan maksimal lima foto untuk satu kali pengunggahan.


Di bagian customize pesanan ini juga tersedia berbagai macam pilihan, seperti penggantian cover, backcover serta di background mini book atau juga mengatur ukuran pada R sizes dan Square photo sesuai dengan foto yang kita inginkan. Bagi yang masih mengalami kebingungan, cukup menekan ikon petunjuk selanjutnya akan keluar bantuan singkat penggunakaan menu-menu yang ada pada edit foto ini. Menurut aku, tampilan edit foto di Pictalogi sangat mudah untuk digunakan. Proses edit foto pun menjadi lebih cepat. Yang membuat Pictalogi istimewa adalah pada halaman edit foto ini disesuaikan dengan tampilan hasil cetakan foto. Jadi, kita bisa mengatur foto sesuai yang diinginkan dan kita dapat mengetahui seperti apa hasil jadinya. Pastikan semua halaman yang harus kita isi dengan foto sudah terisi semua, karena bila terdapat halaman yang kosong nantinya juga akan tercetak kosong pula. So, cermati terlebih dahulu! Jika dirasa telah terisi semua, langkah selanjutnya ialah meng-klik "Pesan Sekarang".


Lalu, akan muncul tampilan baru yang berisikan harga yang harus dibayar dan form data diri pemesan yang harus diisi. Form data diri pemesan ini digunakan sebagai acuan alamat pengirim pesanan yang telah jadi. Jangan sampai salah tulis alamatnya ya, bisa-bisa pesanan kita terkirim di alamat orang lain.


Pemesanan selesai, saatnya kita melalukan pembayaran. Pembayaran dapat dilaksanakan di ATM maupun e-banking dengan rekening yang tertera pada halaman Invoice. Setelah kita membayar lunas, saatnya kini kita melakukan konfirmasi ke Pictalogi dengan format yang tertera juga pada halaman Invoice tersebut. Customer service-nya pun dengan cekatan untuk membalas pesan konfirmasi yang telah dikirim sebelumnya.

Pemesanan dan pembayaran telah rampung. Waktunya untuk menanti kedatangan pesanan produk Pictalogi kita di alamat yang kita cantumkan sebelumnya. Tak usah menunggu terlalu lama, Pictalogi memberikan pelayanan pencetakan foto maksimal 2-3 hari pada hari kerja dan 3-5 hari untuk pengiriman pesanan. Kalian dapat mengecek riwayat pemesanan kita melalui akun yang telah dimiliki di Pictalogi. Hebatnya lagi, Pictalogi diproses secara otomatis. Pictalogi memiliki halaman backend yang powerful, untuk memroses seluruh order dari pembeli seluruh Indonesia. Pemrosesan gambar dari Instagram akan dilakukan secara otomatis dengan standar yang baik, sehingga meminimalisir kesalahan oleh operator atau staff dari Pictalogi itu sendiri. Pictalogi sama sekali tidak menggunakan Photoshop atau software pengolah foto lainnya yang dikendalikan oleh operator, tapi Pictalogi membuat suatu program guna otomatis pengolahan gambar pembeli. Jangan takut ada human error di pesanan kita ya. Mini book berisi perjalanan hidupku melalui foto pun siap dicetak dan dikirim ke rumah. Udah gak sabar nih menunggu hasilnya. Terlebih lagi melihat testimoni dari pelanggan Pictalogi yang puas akan layanan mencetak fotonya.

Bagaimana sangat mudah kan? Kalian jadi tidak usah lagi bermalas-malasan untuk mencetak foto, karena dengan Pictalogi ini kita dapat mencetak foto cukup dari rumah. Tidak dari rumah saja sih, dimana saja bisa asalkan gadget kamu terkoneksi dengan internet/wifi. Berita terbaru dari Pictalogi, kita juga bisa mendapatkan duit hanya dengan memasang banner Pictalogi di website / blog kita. Seru kan! So, daripada bingung mau dikemanakan foto-foto keren kita. Mending dicetak aja di Pictalogi. Lebih mudah, hasilnya keren, dan harganya terjangkau. Aku sudah membuktikan bagaimana keunggulana yang dimiliki oleh Pictalogi. Sekarang, giliranmu! Yuk, cetak foto di Pictalogi!

Ini halaman cover depan pesanan mini book aku yang diberi judul 'I Was Here'.
Halaman awal mini book-ku isinya foto bayiku dan tulisan singkat kelahiranku.
Berikutnya ada foto kedua orang tuaku dan saat aku digendong eyang kakung.
Baru sadar juga kalau ini ulang tahun aku yang pertama.
Halaman khusus bestfriend aku. Terimakasih gengs!
Backcover yang colorful!

Beberapa foto masa kecilku yang akan dicetak dalam mini book.

Tak lengkap rasanya bilamana disini aku tidak membagi beberapa alternatif lain dalam menyimpan hasil cetakan foto. Oke kalo begitu, aku kasih beberapa rekomendasinya ya. Biasanya kan habis cetak foto langsung dimasukkan ke album foto yang kesannya itu-itu saja. Dan cenderung membosankan. Aku punya beberapa ide yang dapat kita terapkan di rumah untuk memberikan variasi pada hasil cetakan foto kita. Kalian dapat membuat suatu scrapbook yang nantinya akan diisi dengan hasil cetakan foto dan diselingi dengan stiker dan tulisan yang lucu-lucu. Atau kita juga dapat menempelkan hasil cetaka foto kita di dinding kamar atau menjepitkannya di langit kamar. Menambah kesan eksentrik dan tentunya kita dapat flashback setiap hari hanya dengan melihat foto-foto tersebut.

Sumber foto: Blogspot.
Sumber foto: Wordpress.
Sumber foto: Themins.
Sumber foto: Tumblr.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan, dengan kita mencetak foto kita didapatkan manfaat sebagai berikut:
  1. Menghindari resiko file yang hilang di gadget kita, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
  2. Kalian dapat berkreasi dengan foto yang kita cetak. Bisa dibuat scrapbook ataupun hiasan interior di rumah.
  3. Dengan mencetak foto secara tidak langsung kita telah mengabadikan momen-momen berharga dalam hidup kita.
Pictalogi - Cetak foto online
Klik gambar untuk mencetak foto kalian melalui Pictalogi.
 
Ayo saatnya kita mencetak foto! Terutama cetak foto di Pictalogi karena Cetak Foto Makin Mudah dengan Pictalogi.



Update informasi terbaru seputar layanan Pictalogi melalui:

Mengunjungi Perumahan Griyashanta K-322, Malang, Indonesia
Website: http://www.pictalogi.com/
Facebook:  http://www.facebook.com/pictalogi/
Twitter: http://www.twitter.com/pictalogi/
Telepon: +62-857-5533-5573
Email: info@pictalogi.com

Tulisan ini asli, karya penulis dan sedang diikutsertakan dalam Kompetisi Blog ‘Cetak Foto’ Pictalogi Bersama Bisa Komputer.


Referensi:
  1. Official website Pictalogi http://www.pictalogi.com/ Diakses pada 15 Juni 2014.
  2. Official blog Pictalogi http://blog.pictalogi.com/ Diakses pada 15 Juni 2014

Friday, May 30, 2014

Bersama Speedy Instan @wifi.id Semua Bisa Online


Di era modernisasi ini, tanpa kita sadari segala aktivitas yang kita lakukan pasti ada kaitannya dengan koneksi internet.  Internet sangat membantu pekerjaan manusia, seperti transformasi surat-menyurat yang kini menggunakan surat elektronik. Internet juga seolah telah menjadi kebutuhan wajib manusia selain sandang, pangan, dan papan. Namun, koneksi internet di Indonesia terbilang masih belum stabil. Banyak yang mengeluhkan bahwasannya koneksi internet di Indonesia itu ribet, mahal, dan lambat. Untuk menjawab persoalan ini, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) selaku perusahaan BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi Indonesia mengembangkan Speedy Instan untuk menikmati internet broadband Indonesia Wifi. Indonesia Wifi sendiri memiliki program 1 juta Wifi dalam satu SSID: @wifi.id.

Speedy Instan merupakan layanan Speedy dengan koneksi “normally open” yang dipasang pada pelanggan yang mengikuti program Broadband Ready. Karena menerapkan konsep PAYU atau Pay As You Us, pengguna Speedy Instan pun dapat menggunakan layanan ini sesuai kebutuhan yang dikehendaki tanpa abonemen bulanan. Speedy Instan atau juga biasa dikenal dengan SPIN ini tersedia di seluruh Indonesia. Untuk mengakses layanan SPIN ini pun tak sulit, kita cukup berbekal username dan password yang bisa digunakan untuk login akses internet broadband di Speedy Instan, Speedy Hotspot maupun Indonesia Wifi (@wifi.id). Setelah itu kita cukup mengunjungi beberapa internet broadband yang berada di sekitar tempat tinggal, sekolah, atau kantor kalian dan mengkoneksikan gadget yang kita miliki dengan layanan SPIN ini.

Saya sendiri pertama kali dikenalkan SPIN saat mengikuti Kompetisi Blog Berbasis Open Source yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya pada tahun 2013. Pada saat itu saya mendapatkan username dan password dari Speedy Instan Card yang masing-masing peserta diberi satu persatu oleh panitia. Sangat mengesankan menggunakan Speedy Instan Card dan dari pengalaman pertama saya inilah benih-benih cinta terhadap Speedy Instan Card pun mulai bersemi. Saya pun ditaklukkan dengan rayuan koneksi internet Speedy Instan yang cepat, mudah dan murah ini. Selain itu masih banyak lagi pengalaman saya menggunakan Speedy Instan ini, diantaranya:

Tugas Sekolah Kian Mudah Diselesaikan

Suasana akses Speedy Instan di sekolah.
Tugas sekolah menjadi momok yang paling ditakuti pelajar Indonesia. Namun, dengan keberadaan Speedy Instan tugas sekolah pun lebih cepat dan lebih mudah untuk dikerjakan. Terlebih lagi sekolah yang saya gunakan untuk mengenyam pendidikan, SMK Negeri 5 Surabaya, memiliki akses internet broadband Indonesia Wifi (@wifi.id). Beberapa akses internet broadband Speedy Instan pun terpasang dengan gagah di beberapa titik di sekolah saya. Selasar area Bursa Kerja dan Keahlian SMK Negeri 5 Surabaya menjadi tempat favorit saya menghabiskan waktu sehabis pulang sekolah guna menyelesaikan tugas sekolah. Sendiri ataupun ramai-ramai tak menjadi alasan saya untuk tidak menggunakan akses internet Speedy Instan ini.

Beberapa titik hotspot Speedy Instan di sekolah yang ramai dikunjungi.

Di sekolahku sendiri terdapat beberapa jaringan hotspot dari Speedy Instan @wifi.id maupun dari @wifi.id sendiri. Setahu saya terpasang tiga titik hotspot. Yang pertama, di Auditorium SMK Negeri 5 Surabaya, di depan bengkel Teknik Kendaraan Ringan yang terakhir menjadi lokasi favorit saya untuk ber-Speedy Instan ria, yakni di Ruang Bursa Kerja dan Keahlian SMK Negeri 5 Surabaya. Semuanya ramai diserbu teman-teman saat istirahat tiba dan akan membeludak saat pulang sekolah. Maklum saat pulang sekolah lebih enak main internet dulu atau mengerjakan tugas sekolah.

Jika  tidak ada tugas sekolah biasanya saya menggunakan layanan Speedy Instan untuk mengakses ilmu pengetahuan dan wawasan yang menunjang materi pembelajaran di kelas. Semisal kalau ada materi ada yang belum paham, tinggal cari di internet. Layanan Speedy Instan ini sangat membantu saya sebagai pelajar dan juga teman-teman lainnya di sekolah dalam menyelesaikan tugas sekolahnya. Secara tidak langsung, keberadaan layanan Speedy Instan di sekolah-sekolah akan memajukan pendidikan di Indonesia. Speedy Instan sendiri tersedia di beberapa sekolah di seluruh Indonesia. Bagaimana dengan sekolahmu?

Teman Asyik Hangout

Kenyamanan yang ditawarkan area Speedy Instan di Royal Plaza, Surabaya.

Momen paling bermutu bersama sahabat ialah saat kumpul bersama. Melepaskan penat akan rutinitas sehari-hari yang menguras tenaga dan pikiran. Spot favorit untuk kumpul bersama teman-teman ialah spot yang tidak hanya menawarkan suasana yang nyaman. Tetapi juga koneksi internet yang memadai. Ya, tentunya untuk membuka akun sosial media masing-masing. Dan spot favorit saya dan teman-teman ialah Royal Plaza Surabaya. Kenapa di Royal Plaza Surabaya? Karena, mall ini menyediakan akses internet broadband Speedy Instan. Terdapat pula area khusus yang disediakan untuk menikmati akses Speedy Instan. Area ini terletak di lantai 2 dengan suasana terbuka dan didominasi warna merah merona.

Pengunjung yang diberitahu cara mengakses Speedy Instan.

Tersedia beberapa meja serta kursi yang dapat digunakan untuk mengakses Speedy Instan. Bingung sudah sampai di sana tapi belum mempunyai username dan login guna mengakses Speedy Instan? Tenang saja, disana juga tersedia layanan gratis username dan password loh. Saya kalau lagi tidak uang biasanya memanfaatkan gratisan ini. Kalau mau bayar juga ada, kalian bisa membeli Speedy Instan Card disini. Ketika baterai mulai low pun tak usah bingung karena di area ini juga tersedia beberapa colokan listrik. Kumpul bersama teman pun kian seru! Tambahan, kakak-kakak penjaga area Speedy Instan di Royal Plaza juga cantik-cantik. Jadi, semakin betah deh.

Taman Bungkul, salah satu taman yang direvitalisasi Telkom.

Tak hanya di mall atau pusat perbelanjaan saja, akses internet broadband Speedy Instan @wifi.id pun dapat diakses di area publik lainnya. Seperti di Taman Bungkul Surabaya. Taman yang pernah mendapatkan penghargaan terbaik se-Asia Pasifik ini menjadi destinasi semua kalangan masyarakat Surabaya. Khususnya anak muda seperti saya. Taman Bungkul menjadi satu diantara banyak alternatif lain guna menghabiskan waktu bersama teman-teman. Aktivitas yang paling sering dilakukan apalagi kalau bukan mengakses internet. Cukup bermodalkan laptop kita sudah bisa mengakses internet dengan mudah dan murah. Sebab, di Taman Bungkul ini terintegritas dengan layanan Speedy Instan.

Meraih Prestasi dari Beberapa Kompetisi

Kompetisi Blog Berbasis Open Source. Diambil melaui webcam laptop.

Seperti yang sebelumnya saya sampaikan. Pertama kali saya dikenalkan dengan Speedy Instan ialah saat mengikuti Kompetisi Blog Berbasis Open Source oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya. Syukurnya dengan bantuan Speedy Instan saya dapat menyelesaikan kompetisi yang mengharuskan peserta untuk membuat blog dan konten yang ada di dalamnya secara on-the-spot dan pulang dengan gelar juara tiga kompetisi tersebut.

Selanjutnya masih ada Deteksi Convention 2k13 oleh Deteksi Jawa Pos. Deteksi Convention 2k13 merupakan konvensi anak muda terbesar dan juga sebagai ajang pameran berbagai karya anak muda Surabaya, seperti majalah dinding dua dimensi, majalah dinding tiga dimensi, papercraft dan masih banyak lagi. Kebetulan pada event ini saya mengikuti Journalist Blog Competition. Sama seperti kompetisi sebelumnya, pada kompetisi ini untuk akses internet masih dipercayakan dengan kemampuan Speedy Instan. Sayangnya, pada kompetisi ini saya tidak berhasil pulang dengan predikat juara. Tetapi saya cukup bangga mengikuti kompetisi ini, karena setiap harinya saya mendapatkan Speedy Instan Card secara cuma-cuma.

Itulah segilintir pengalaman saya menggunakan Speedy Instan yang dapat disampaikan disini. Sangatlah menarik bukan? Karena, dengan Speedy Instan akses internet menjadi lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya untuk mendapatkan akses internet Speedy Instan seperti apa yang telah saya ceritakan sebelumnya. Yuk, saya kasih tahu caranya agar kalian bisa seperti saya yang dapat mengakses internet dengan mudah, murah dan cepat.

Cara mendapatkan layanan akses Speedy Instan

Speedy Instan Card dapat dibeli di Plasa Telkom dan outlet-outlet tertentu.

Terdapat beberapa pilihan cara untuk memudahkan akses layanan Speedy Instan yang dapat dipilih, seperti melalui Speedy Instan Card atau Speedy Instan 8108. Untuk Speedy Instan Card dapat diperoleh di Plasa Telkom atau Authoried Dealer / Outlet yang bekerja sama dengan Telkom, saya pribadi biasanya membeli Speedy Instan Card di Plasa Telkom Dinoyo, Surabaya. Harganya cukup murah hanya lima ribu rupiah untuk sehari pemakaian. Untuk Speedy Instan 8108 sendiri cukup melakukan registrasi dengan cara:

Ketik NET <spasi> (Denominasi) kirim ke 8108

Cukup ketik: NET <spasi> (Denominasi) kirim ke 8108. Kalian sudah bisa online!

Untuk jumlah denominasi tersedia mulai dari seribu rupiah hingga empat ratus ribu rupiah sesuai selera dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Sampai saat ini untuk layanan Speedy Instan 8108 hanya diperuntukan pengguna Telkomsel dan Flexi saja. Untuk denominasi yang lima ribu rupiah biasanya pemakaiannya itu satu hari.

Usernama dan password login yang dapat dilihat dibelakang Speedy Instan Card. Gosok dulu!

Selanjutnya, baik melalui Speedy Instan Card maupun Speedy 8108 nantinya akan mendapatkan username dan password guna login akses internet Speedy Instan. Untuk Speedy Instan Card username dan password dapat diperoleh dari bagian belakang kartu dan sms balasan berupa username dan password jika melalui Speedy 8108.

Lokasi hotspot Speedy Instan dapat dicari di website: http://speedyinstan.com/.
Cari hotspot Speedy Instan, lalu dikoneksikan deh.

Username dan password sudah ada. Kini saatnya kalian mencari internet broadband Speedy Instan seperti SSID Speedy Instan, Speedy Hotspot maupun Indonesia Wifi (@wifi.id) yang tersedia di seluruh Indonesia, biasanya sih ada di tempat-tempat umum seperti taman kota, restoran, café, sekolah, dan masih banyak lagi. Koneksi gadget kamu  ke internet broadband Speedy Instan, biasanya sih kalau saya pribadi biasanya pakai Speedy Instan atau @wifi.id. Untuk lebih detailnya dalam mencari lokasi hotspot Speedy Instan kalian dapat mengunjungi website resmi Speedy Instan dengan alamat: http://speedyinstan.com/ atau melalui website resmi Indonesia Wifi dengan alamat: http://www.indonesiawifi.com/.

Masukkan username dan login akses layanan Speedy Instan. Jangan sampai salah ketik ya!

Setelah terkoneksi selanjut buka web browser kalian dan akan langsung menuju ke welcome page atau halaman login Speedy Instan. Masukkan username dan password yang telah dimiliki. Lalu, kalian akan diberi opsi membuat akun Speedy Instan. Gunanya untuk memudahkan kalian login kembali setelah logout, jadi username dan password-bisa disesuaikan.

Sudah berhasil terkoneksi!

Akan muncul jendela baru yang berisikan informasi bahwa gadget kalian benar-benar terkoneksi dengan Speedy Instan. Kini saatnya kalian menikmati sensai bermain internet secara mudah, cepat dan murah bersama Speedy Instan. Tapi jangan sampai lupa waktu yaaa!

Saat berinternet ria. Bersama sahabat lebih asyik tentunya.

Oh ya, saya juga ingin menceritakan apa saja keunggulan dari Speedy Instan yang membuat saya lebih kesemsem menggunakannya daripada layanan akses internet lainnya:

Mau buka Google, Yahoo, apapun. Lebih cepat tanpa loading lama dengan Speedy Instan.

Yang pertama, browsing lebih cepat. Browsing merupakan kegiatan yang sering dilakukan saat berinternet ria. Cukup membuka search engine dan mengetikkan kata kunci, saya sudah dapat membuka jendela dunia luar. Saya dapat mengetahui kondisi di luar Indonesia melalui peta dunia online, kanal berita yang berisikan informasi update terbaru mengenai perkembangan dunia luar. Pengetahuan dan wawasan saya pun bertambah lebih banyak, belajar pun tak sekedar duduk di bangku sekolah dan mendengarkan guru menerangkan. Tetapi, cukup membutuhkan gadget dengan koneksi internet terlebih lagi melalui akses layanan Speedy Instan yang kecepatannya hingga 10 Mbps.

Streaming video tanpa buffering. Seru bukan?

Kedua, streaming video. Banyak orang yang mengeluh di saat membuka streaming video, baik melalui Youtube, Vimeo maupun layanan penyedia video streaming lainnya terjadi koneksi yang lambat. Membuat kenyamanan saya dalam melihat video menjadi tersedak-sedak. Namun, semenjak menggunakan akses layanan Speedy Instan mau melihat video apapun dimanapun menjadi lebih cepat. Tambah menunggu buffering ataupun loading yang berkepanjangan.

Kecepatan download dan upload Speedy Instan di sekolah.

Ketiga, download yang tak lagi lama. Ketika berinternet ria tak lengkaplah sudah bilamana saya tidak men-download beberapa file yang saya inginkan. Misalnya, materi pelajaran, video hiburan, hingga music yang dapat mematikan rasa bosan saya. Saya juga dapat mengoleksi beberapa music video artis luar negeri yang menjadi favorit saya. Download menggunakan akses layanan Speedy Instan pun tak perlu menunggu lama. Setelah klik ‘Download’, tunggu beberapa saat file yang kita inginkan pun sudah didapatkan.

Foto bersama Dino Patti Djalal. Saya ada di sebelah kirinya pak Dino. Gaul gak sih?

Keempat, menambah rezeki. Kata siapa internet tidak dapat membuahkan pundi-pundi rupiah. Saya buktinya. Berawal dari hobi mengutak-atik blog, saya dapat memperoleh apa yang saya inginkan. Misalnya, laptop yang saya idamkan sejak duduk di bangku SMP dapat terwujud di awal tahun 2014 yang lalu. Itu semua berkat memenangi suatu kompetisi blog. Melalui blog juga saya dapat melancong ke Jakarta secara cuma-cuma dan bertemu langsung dengan Bapak Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika. Dan baru-baru ini saya mengikuti kompetisi blog yang diadakan Speedy Instan. Cukup menceritakan pengalaman menggunakan Speedy Instan Card dan Speedy Instan 8108. Untungnya, pengalaman saya menggunakan akses layanan Speedy Instan cukup banyak. Semoga saja saya menjadi salah satu pemenangnya dan hadiah yang diperoleh sudah saya targetkan untuk ditabung hingga kuliah nanti. Terima kasih sebelumnya kepada akses layanan Speedy Instan yang telah memudahkan saya dalam mengakses blog saya hingga memenangkannya.

Update status dulu: "Aku cinta kamu, tapi kamu tak cinta aku. #AkuRapopo"

Kelima, menjalin silahturami tanpa mengenal jarak. Dengan kemudahan mengakses internet menggunakan akses layanan Speedy Instan, silahturami dengan kerabat jauh pun kini tak lagi harus mengunjungi ke rumahnya. Karena akan memakan waktu dan biaya, bukan? Sekarang saya cukup membuka gadget yang terkoneksi dengan layanan Speedy Instan lalu mengunjungi beberapa akun sosial media saya. Terutama teman-teman saya saat SMP yang telah lama tak bertemu, namun berkat kehadiran sosial media kini jarak pun tak menjadi hambatan untuk bersilahturami. Paling sering menggunakan Facebook dan Twitter.


Saya sudah membuktikkan keampuhan menggunakan akses layanan Speedy Instan. Internet menjadi begitu murah dan cepat! Teman-teman saya pun sudah membuktikannya juga setelah saya menceritakan pengalaman saya menggunakan Speedy Instan. Kini giliranmu yang menggunakan Speedy Instan! Terimakasih Speedy Instan @wifi.id!



Referensi: 
  1. Official website Speedy Instan http://www.speedyinstan.com/ Diakses 28 Mei 2014.
  2. Official website Telkom Speedy http://www.telkomspeedy/ Diakses 28 Mei 2014.
  3. Official wensite Indonesia Wifi htttp://www.indonesiawifi.com/ Diakses 28 Mei 2014.

Tulisan ini asli, karya penulis sendiri dan sedang diikutsertakan dalam