Saturday, May 9, 2015

Museum Surabaya, Alternatif Baru Berwisata Sejarah di Surabaya


Tahukah kalian kalau Surabaya baru saja meresmikan museum terbarunya. Tepatnya pada hari Minggu, 3 Mei 2015 yang lalu, museum ini diresmikan langsung oleh Ibu Risma Trimaharini. Diberi nama Museum Surabaya, museum ini menjadi destinasi baru warga Surabaya dan sekitarnya. Benda-benda yang ditampilkan tak jauh dari namanya, yakni benda yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Surabaya.

Usai menyaksikan Parade Budaya dan Bunga yang bertepatan saat peresmian museum ini, aku memutuskan untuk tidak segera pulang. Bersama dua temanku, kami menyempatkan diri untuk menengok seperti apa museum baru ini. Menempati gedung Siola di Jalan Tunjungan No. 1 Surabaya, museum ini sekaligus menjadi upaya untuk mengembalikan identitas Jalan Tunjungan. You-know-lah Jalan Tunjungan ini memiliki nilai historis bagi kota Surabaya dan semenjak abad ke-20 telah menjadi pusat komersial.

Ini lokomotif bukan sih?

Tuh, ada bajaj juga di Museum Surabaya.

Tampilan gedung yang dahulu bernama White Laidlaw ini pun dipercantik. Sebab, tak hanya Museum Surabaya saja yang menempati gedung ini, tetapi juga akan menjadi kantor beberapa instansi pemerintahan. Di luar gedung, sudah tertata rapi taman lengkap dengan aksen air mancur. Sebelum memasuki area museum, pengunjung akan disambut dengan dua meriam kuno dan sebuah lokomotif berwarna hitam. Museumnya sendiri terletak di lantai 1, dari luar Siola sudah terlihat beberapa benda yang ditampilkan. By the way, tak banyak foto yang sempat diabadikan di museum ini. Maklum, baterai kamera habis digunakan jeprat-jepret parade.

Asyiknya museum ini gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun. Beberapa moda transportasi jaman dahulu terpampang di awal memasuki area museum. Seperti, bemo dan becak. Semakin masuk ke dalam, kita dapat melihat benda-benda bersejarah di Surabaya. Kebanyakan benda-benda tersebut berasal dari aset instansi pemerintah dan sebagian ada yang sumbangan. Arsip-arsip kuno, semisal buku catatan pernikahan dan pemakaman ada disini. Masih ada banyak lagi yang disimpan di etalase kaca.

(Kiri) Koleksi alat ukur tanah kuno dan (Kanan) peralatan pemadam kebakaran.


Arsip catatan pernikahan jaman dahulu. Lihat saja warnanya sudah menguning.


Arsip-arsip lain yang tersimpan di etalase kaca.

Cukup banyak benda-benda bersejarah disini, keterangan benda tersebut dapat dilihat di label berwarna oranye yang tersemat di dekat benda tersebut. Trophy penghargaan yang pernah disabet Surabaya turut dipamerkan, bersanding dengan cinderamata dari daerah-daerah di Indonesia dan mancanegara. Banyak juga ya penghargannya.

Ada satu spot menarik disini, yakni deretan foto walikota yang pernah menjabat di Surabaya mulai dari jaman Belanda, Jepang, hingga sekarang. Akhirnya aku tahu siapa walikota sebelum-sebelumnya disini. Meskipun aku mengunjungi museum ini di hari pertama, pengujung yang datang sudah mulai banyak. Ya, aku menjadi salah satu pengunjung pertama museum ini. Saat berkunjung masih terlihat bekas peresmian museum.

Deretan foto walikota yang pernah menjabat di Surabaya.

Trophy penghargaan dan cinderamata negara tetangga untuk Surabaya.

Kedepannya di Gedung Siola ini juga menjadi Sentra UKM dan pusat jajanan. Sekaligus, menjadi tempat pameran dan akan dihibur live perfomance dari seniman Surabaya. Museum ini buka mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Alternatif wisata sejarah Surabaya pun dapat dilakukan di Museum Surabaya, Museum Tempoe Doeloe-nya Surabaya.

Saat keluar dari museum menuju parkiran sepeda motor yang ada di luar, depan museum, ternyata ada sebuah mobil pemadam kebakaran atau motor klonteng yang menjadi saksi bisu peristiwa kebakaran di Siola dan menjadi salah satu mobil PMK yang memadamkan api saat itu.

Jangan lupa ikuti Giveaway 2.0 mfrosiy (http://bit.ly/mfrosiyGiveaway), masih coming soon. Tunggu tanggal mainnya...

32 comments:

  1. Replies
    1. Thanks banget ya udah komen, mantab. Niat banget.

      Delete
  2. Asyik Surabaya buka tempat baru, selamat ya. Kerennya itu gratis, lho. Mantap tenan'.

    ReplyDelete
  3. Wiih akta nikahnya jadul banget, apa jangan2 itu dari jaman avatar :((

    ReplyDelete
  4. Wah, museum baru nih, aku salah satu orang yang suka banget ke museum. Entah kenapa rasanya seru gitu nelusurin sejarah, kan ada yang bilang, bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Dan salah satu jasa tersebut bisa kita hargai bila mengetahuinya, dan salah satu tempat untuk mengetahuinya adalah museum ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kendati museum Indonesia belum semodern yang ada di luar negeri, tapi setidaknya kita patut bangga napak tilas sejarah di negeri sendiri. Ya gak bro:D

      Delete
  5. Kalau gedungnya nyaman gitu, diharapkan pengunjung lebih banyak ya.

    ReplyDelete
  6. Akte nikahnya diketik apa tulis tangan itu yaa? Terus pulpennya pake standar apa pilot? Halah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya itu pake arang deh nulisnya:D

      Delete
  7. uda beberapa kali ke Surabaya tapi belum sempet mampir ke museum ini niih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan museum baru ini bang, diresmikannya aja tanggal 3 Mei kemaren.

      Delete
  8. widih. wisata sejarah banget.
    kayaknya lo hobi banget promosiin surabaya....

    selain kebun binatang nya yang terkenal, museum nya jug anggak kalah! mantep! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha:D Maklum dah, travel blogger ala kadarnya. Belum bisa keliling luar Surabaya, jadi ya Surabaya lagi.... Surabaya lagi... Hikz

      Delete
  9. Surabaya ternyata....wonderful juga...

    ReplyDelete
  10. memang museum perluditingkatkan penampilan agar banyak dikunjungi dan diminati banyak orang

    ReplyDelete
  11. itu warna kuning kertasnya sama kayak warna kertas Quran di rumah. Mungkin Quran di rumah juga tua banget. :o

    Mungkin ini kesepakan atau peraturan pemerintah untuk memajukan/menghidupkan kembali museum. karena udah lama museum ditinggal oleh pengunjungnya. di kotaku juga lagi diadain renovasi, dan rencananya bakal digratisin juga. Sebelumnya, banyak taman dan retail yang dibangun untuk mendukung museum, tapi malah retail dan tamannya yang rame, gak ada yg mau masuk ke museumnya. moga entar semua museum di mana pun kembali ramai pengunjung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin itu Al Quran-nya cocok masuk museum deh....
      Yes, bener banget. Soalnya kalo mendengar kata museum di Indonesia itu pasti langsung mikirnya kuno dan angker.
      Beda kek museum di luar negeri kemasannya bagus banget.

      Delete
  12. ane gak pernah ke surabaya. jadi pengin nambah kesono, setelah taman bungkul cocok banget nih museum jadi destinasi. gratis lagi. ada guide nya gak tuh?

    itu akte nikahnya legenda banget, kayak kitab kuning di ponpes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih banyak kok destinasi Surabaya yang menarik untuk dikunjungi. Kalo selama kunjungan kemaren sih gak keliatan ada guide sih, cuma adanya satpol pp yang nungguin museumnya.

      Delete
  13. keren pengalamannya, gambarnya menarik sekali, saya belum pernah ke museum Surabaya

    ReplyDelete
  14. Bawa adek ke Surabaya, Bang. Bawa adek. Adek pengen mengenang catatan pernikahan adek sama Adam Levine yang dipajang disana, Bang~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngayal banget sih, emang situ lahir tahun berapa neng? Hahaha:D Tua banget catatan pernikahannya udah menguning.

      Delete
  15. Baru tau Surabaya buka museum baru. Tapi kalo parade-parade itu udah tau, sempet baca juga di beberapa postingan teman-teman blogger lain.

    Makin keren aja, nih, Surabaya.

    ReplyDelete
  16. Replies
    1. Kan dibagusin lagi. Meskipun masuk museum tampilannya harus baru broo:D Gakalah sama Pimp My Ride.

      Delete
  17. Semoga bisa berkunjung ke tempat ini kalau liburan lagi ke rumah Om di wilayah Darmo Indah. Tahun 2009 ke Surabaya belum banyak tempat wisata yang saya kunjungi.

    ReplyDelete
  18. aku belum pernah ketempat ini..kapan2 aku mau main deh kesini :)

    ReplyDelete
  19. Keliatan sih ubinnya masih kinclong clong clong.. Hahah :D

    Semoga banyak yang maen ke sana yah.. Aku pun pengen banget.. Di Medan museumnya terlalu menyedihkan. T_T

    ReplyDelete
  20. Aku belum pernah ke sini.
    Pengin aaaahhh :)))

    ReplyDelete
  21. Kerennn...bagus...mungkin ke depannya lbh bnyk lgi koleksinya ditambah..sprti foto2 monumen2 di sby..sprti tugu pahlawan,patung kerapan sapi,monumen perjuangan polri,patung mayangkara dsb... koleksi makanan khas sby..kok wakulnya semanggi suroboyo yg khas dijajakn mbok2 itu blom ada...
    Koleksi trnsportasi..bis tingkat yg jdi kebanggaan saya waktu sekolah smp dulu..taruh dong di depan gedung museum dunk..hee..
    Yg lainn..kereeennnn....tambah maju yaaa...

    ReplyDelete
  22. Kerennn...bagus...mungkin ke depannya lbh bnyk lgi koleksinya ditambah..sprti foto2 monumen2 di sby..sprti tugu pahlawan,patung kerapan sapi,monumen perjuangan polri,patung mayangkara dsb... koleksi makanan khas sby..kok wakulnya semanggi suroboyo yg khas dijajakn mbok2 itu blom ada...
    Koleksi trnsportasi..bis tingkat yg jdi kebanggaan saya waktu sekolah smp dulu..taruh dong di depan gedung museum dunk..hee..
    Yg lainn..kereeennnn....tambah maju yaaa...

    ReplyDelete
  23. Untuk pembuatan web rental mobil online atau daftar sebagai member, hubungi kami di
    https://rentalmobilonline.com

    salam

    ReplyDelete