Friday, May 15, 2015

Makan Rujak Uleg Sepuasnya Secara Gratis


Siapa yang tidak suka dengan yang namanya rujak? Tua, muda, laki-laki, perempuan, semuanya suka. Jenis rujak pun bervariasi, mau rujak buah, rujak cingur, hingga es krim rujak, ada. Dalam postingan ini akan dibahas mengenai rujak uleg. Sajian dengan aneka sayur dan buah yang disiram dengan saus kacang. Tentunya saus kacang tersebut diuleg.

Di antara kita pasti pernah mencicipi sajian ini, terutama mereka yang tinggal di daerah Jawa Timur. Tetapi pernah gak sih kalian menguleg rujak secara beramai-ramai, bersama ribuan orang dalam serentak. Atau kalau tidak, pernahkah kalian makan rujak uleg sepuasnya dan itu gratis. Pernah tidak?

Kalau belum pernah, kalian harus mengunjungi Surabaya pada bulan Mei. Siapkan waktu luangmu untuk menikmati rujak uleg sebanyak-banyaknya. Ya, pada bulan Mei setiap tahunnya digelar festival yang dinamakan Festival Rujak Uleg. Ribuan peserta turut serta menyemarakkan festival ini. Sesuai namanya, di festival ini para peserta akan menguleg rujak secara bersamaan seperti yang disampaikan sebelumnya.

Pada tahun ini, festival diselenggarakn pada tanggal 10 Mei 2015. Semua lapisan masyarakat kumpul menjadi satu di Jalan Kembang Jepun yang kebetulan menjadi tempat diselenggarakannya festival. Kurang lebih 1300 peserta dari berbagai kalangan turut serta dalam festival ini, mereka mengisi 255 meja yang disediakan penyelenggara. Masing-masing meja mewakili instansi yang mereka naungi. Tak hanya berasal dari dalam Surabaya saja, ada juga peserta yang dari luar kota, luar pulau, bahkan mancanegara.

Ini kali ketiga aku datang pada festival ini, tidak menjadi peserta tapi hanya orang yang menghabiskan rujak saja. Kali pertama aku datang ke festival ini saat masih diadakan di dekat Balai Kota Surabaya. Kali keduanya sudah yang di Jalan Kembang Jepun ini, sayangnya aku datang terlambat. Jadi tidak kebagian deh rujaknya. Dan di kali ketiga ini aku ingin balas dendam, makan banyak rujak uleg.

Sesuai jadwal acara akan dimulai pukul 13.00, tetapi aku sudah datang pukul 12.00 kurang. Meja-meja peserta festival sudah ada terisi ternyata. Di meja tersebut selain dihiasi aneka sayur dan buah, serta bumbu saus kacang, tersemat pula hiasan yang kian mempercantiknya. Sedangkan untuk para pesertanya mereka tampil heboh. Terpantau ada satu pun peserta yang tampil sederhana, semuanya tampil all out dan tematik. Kostum kedaerahan, superhero, sampai berdandan ala hantu ada disana.











Sebelum acara dimulai para peserta dihibur dengan alunan musik dangdut. Mereka lantas berjoget tanpa hentinya, suasana menjadi sangat seru. Kendati ditemani terik matahari yang cukup menyengat tak melunturkan semangat para peserta festival. Layout untuk peserta pun dibagi menjadi dua bagian --sebelah barat dan timur, dipisahkan dengan panggung utama yang sekaligus menjadi tempat hiburan serta para tamu penting duduk. Di tengah kehebohan bergoyang, sosok Ibu Risma selaku Walikota Surabaya tiba. Ini tandanya acara menguleg bersama akan dimulai.

Kerumunan warga yang ingin melihat festival ini berjajar rapi dipinggir area peserta. Warga-warga tadi terlihat sabar menunggu acara dimulai, maklum disana mereka dapat makan rujak uleg secara cuma-cuma. Setelah menyapa para tamu penting, Ibu Risma terlihat menyambangi peserta festival. Dari ujung ke ujung, ia datangi satu persatu.

Sebenarnya para peserta baru boleh menguleg bersama ketika ada aba-aba dimulai. Tetapi tidak untuk delegasi dari luar negeri, mereka telah menguleg sebelum aba-aba. Mungkin mereka sudah tidak tahan berada dibawah terik matahari terlalu lama. Bule-bule tersebut terlihat antusias dalam menguleg bumbu rujak dalam sebuah cobek. Tak ada rasa canggung bagi mereka.

Akhirnya Ibu Risma selesai mendatangi peserta festival. Acara inti pun tiba, yakni Ibu Risma menguleg bersama beberapa tamu-tamu penting dalam satu cobek raksasa. Ini menjadi pertanda atau aba-aba bahwa para peserta lain boleh menguleg juga. Langsung deh, acara semakin bertambah meriah. Para peserta menguleg rujak masing-masing dan hasil ulegan rujak tadi langsung diserbu pengunjung yang sudah menanti di pinggir tadi.

Ramai, ramai, sangat ramai. Jalan Kembung pun dipenuhi dengan lautan manusia. Pengunjung bebas memilih rujak mana yang akan mereka makan. Kendati berdesak-desakkan satu sama lain, tak menjadi penghambat jalannya festival ini. Jutru inilah yang dinanti, semua lapisan masyarakat saling berinteraksi satu sama lain.



















Aku pun mendapatkan empat porsi rujak secara bergantian. Pertama aku mendatangi meja dari Ibis Hotel kalau tidak salah, rujaknya enak disini. Kedua dan ketiga aku lupa dari mana asalnya, sangking ramainya jadi yang dipikirkan hanya harus dapat rujak, harus dapat rujak, dan harus dapat. Terakhir dari Universitas Ciputra, aku ingat betul soalnya disana aku bertemu dengan mentor saat mengikuti kompetisi perusahaan siswa. Uniknya kemasan rujak dibuat berbeda, aneka sayur dan buah ditusuk lalu disiram saus kacang. Lebih praktis. Ingin rasanya mencoba lebih banyak rujak lagi, tapi apadaya kapasitas perut tak sanggup lagi menampung. Kenyang buanget pokoknya.

Overall, dari festival ini tak sekedar menjadi ajang show off kuliner tradisional saja. Tetapi juga menjadi wadah hiburan rakyat. Masyarakat yang datang tampak terhibur dengan adanya festival ini. Bagi kalian yang ingin datang ke festival ini berikutnya, aku menyarankan untuk membawa peralatan makan sendiri dari rumah. Kalau bisa bawa rantang bertingkat, supaya dapat rujaknya banyak. Eh. Dalam hitungan beberapa menit, rujak-rujak tersebut ludes dengan cepat. Bahkan ada beberapa meja yang sudah rapi seperti keadaan semula.

Merasa cukup bersenang-senang di Festival Rujak Uleg ini, aku memutuskan untuk pulang. Saat jalan menuju parkiran dengan tergopoh-gopoh, capek bercampur dengan rasa kenyang. Kapan lagi kan bisa makan rujak uleg sepuas-puasnya dan gratis kan, kalau tidak di festival ini. Oh ya, disana pengunjung juga akan pulang membawa hadiah yang diundi penyelenggara. Tak tanggung-tanggung, satu sepeda motor akan dibawa pulang bagi pengunjung yang beruntung. Wah, lengkap banget ya berkunjung ke festival ini. Sudah dapat makan gratis, eh pulangnya tidak membawa tangan kosong pula. Dan bagi para peserta festival, mereka berlomba-lomba memperebutkan juara 1, 2, dan 3 dengan hadiah uang pembinaan. Bagi rujak dengan rasa terenak pilihan juri akan menjadi pemenangnya.





Sampai berjumpa di Festival Rujak Uleg tahun depan!

25 comments:

  1. Keren banget liputannya..... Perut pasti kenyang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentunya kenyang banget bang :D Itu masih 4 porsi padahal. Eh, 4 porsi udah banyak nding.

      Delete
  2. seru banget ya acaranya..sayang aku nggak bisa datang waktu itu...banyak acara..hiks..rujak uleg gratis..siapapun mau....hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Dwi mah gitu orangnya. Kapan sih gak sibuknya itu? Hehehe:D
      Maklum kebanyakan orang Indonesia mental gratisan, sekali ada yang gratis dilibas deh itu.

      Delete
  3. aku jadi laper dan ngilerrrrr :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tadahin iler kamu aja pake cobek.

      Delete
  4. Acaranya pasti seru dan tidak membosankan nih...
    ngomong-ngomong gak takut tuh perutnya ke asaman nanti kalau kebanyakan makan rujak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget bang, semuanya pada heboh sendiri.
      Kan, sekali setahun bang gak keseringan. Mumpung ada yang gratisan juga. Eh.

      Delete
  5. Replies
    1. Mereka ngulegnya lucu. Ada yang bener, ada yang ngawur.

      Delete
    2. Mereka ngulegnya lucu. Ada yang bener, ada yang ngawur.

      Delete
  6. Kamu pake kamera apa sih fto2nya bening2 bagus kualitasnya >.<

    yah udh lwt dong 10 Mei hiks ..
    Ngrujak ya bikin sendiri belom prnh yg smpe usel2an rame2 gitu di festivalan..

    Festival rujak klo boleh tau ide siapa sih? Bu Risma kh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake Nikon D3100 aja kok...
      Ya cobain aja sensasinya ngerujak rame2 tahun depan.
      Kurang tahu ya, setahuku ini festival udah lama banget sebelum Bu Risma menjabat pun sudah ada.

      Delete
  7. aku lapar aku lapar...enak keknya itu makanannya...
    acaranya juga seru ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan main ke Surabaya atuh.

      Delete
  8. Costumnya unyu2 :D btw rujaknya kayanya enak2 gitu

    ReplyDelete
  9. festival yang kereeeen, sayang saya belum berani makan rujak yg pedas dan asam

    ReplyDelete
  10. Hmmm... Enak kayaknya nanasnya ituu :3
    Hmmm... Ngiler

    ReplyDelete
  11. acara yang luar biasa... ada juga turis asingnya ya nonton ikut acara ini?

    www.manganopo.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak hanya menonton saja, para turis asing juga ada yang ikut serta dalam festival ini sebagai tamu penting.

      Delete
  12. wah aku suka rujak, kapan-kapan harus ke sini :)

    ReplyDelete
  13. AAAAAA postingan nya detail banget mas.
    Sambil baca postingannya, saya sambil nelan ludah sendiri karena saking ngilernya. Beneran deh
    HAHAAHA :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entar banjir mbak kalo keterusan....

      Delete
  14. Rujaaakk jadi pengen makan huhu... rujak cingur heeemmm keknya enak ni

    Sukabumi|| Solo ||Malang

    ReplyDelete