Showing posts with label The Power of Monday. Show all posts
Showing posts with label The Power of Monday. Show all posts

Monday, March 30, 2015

Antara Aku, Buku, dan Heerlijk Library Café

Tampak depan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. (Dokumen Pribadi)

Pada hari Senin (5/3) aku berkesempatan mengunjungi Perpustakaan Daerah Jawa Timur. Tujuan utamaku kesana tak lain untuk membuat kartu keanggotaan baru perpustakaan. Terakhir aku mengunjungi perpustakaan ini ialah saat duduk di kelas satu SMK atau kurang lebih dua tahun yang lalu. Kini, perpustakaan mulai berbenah dan berkembang lebih baik lagi.

Terbukti saat pertama kali memasuki perpustakaan, para pengunjung dipersilahkan untuk mengisi butuh tamu berbasis komputer di area depan perpustakaan. Bagi mereka yang ingin membuat kartu keanggotan baru seperti aku sebelumnya harus mengisi form data diri yang diisi secara mandiri oleh pengunjung. Pengisian dilakukan di komputer yang telah disediakan. Setelah mengisi form tersebut, para pendaftar akan mendapatkan nomor pendaftaran yang diserahkan kepada petugas untuk dibuatkan kartu anggota baru.

Suasana di area lobby perpustakaan, sekarang serba komputer, lho. (Dokumen Pribadi)

Proses selanjutnya ialah pengambilan foto untuk kartu anggota. Tak perlu memakan waktu yang lama, kartu anggota baru pun langsung jadi. Serunya lagi, petugas di perpustakaan daerah ini sangatlah ramah melayani para pengunjungnya.

Setelah membuat kartu baru, aku lantas memasuki perpustakaan. Rak buku berisi buku pilihan pun menyambutku. Perlu diingat, sebelum memasuki perpustakaan para pengunjung diperkenankan untuk menitipkan tas dan jaketnya ke ruang penitipan yang telah tersedia. Hanya dengan menitipkan kartu identitas, kita akan diberi kunci loker untuk menaruh barang bawaan kita.

Kartu Tanda Anggota baruku, yeay! Abaikan fotoku di kartunya. (Dokumen Pribadi)

Sama seperti perpustakaan lainnya, berbagai buku tersedia disini. Mulai dari buku bacaan anak-anak, novel, hingga buku-buku referensi tersedia lengkap. Bagi kalian yang menginginkan bacaan untuk referensi, buku deposit, dan majalah ada baiknya naik ke lantai 2. Karena, memang dipisahkan letaknya.

Bagi kalian yang hobi berselancar di dunia maya, di perpustakaan ini juga menyediakan ruang internet dengan beberapa komputer yang dapat digunakan oleh pengunjung. Syaratnya hanyalah kalian telah memilih kartu anggota dan batas maksimal penggunaannya maksimal 30 menit.

Heerlijk Library Café, Monggo Dipun Badhog

Heerlijk Library Café. (Dokumen Pribadi)

Lelah berkeliling di Perpustakaan Daerah Jawa Timur, tak ada salahnya untuk melipir sejenak ke Heerlijk Library Café yang letaknya berdampingan dengan perpustakaan. Berhubung aku juga sedang mendapatkan voucher potongan harga, aku pun memutuskan untuk mampir. Heerlijk sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti enak. Café ini mengusung konsep semi-outdoor.

Saat awal memasuki arena café, kita akan disambut dengan suasana vintage yang dipadupadankan dengan sentuhan warna-warni. Interior di café ini didominasi dengan hiasan dari kayu dengan tekstur cat yang tidak merata menambah kesan vintage dari café ini. Bangku-bangku pengunjungnya pun memilih nuansa yang sama dengan hiasan interiornya, didominasi oleh kayu. Beberapa bangku pengunjung memiliki desain tempo doeloe.

Meskipun di dominasi dengan unsur vintage dan playground. Lampu pijar yang digantungkan di atas langit-langit menambah kesan industrialis. Ada sudut menarik yang menjadi point of interest dari café ini, yakni dengan adanya mural bertemakan pewayangan Indonesia.

Duduk bersantai sambil melihat kondisi jalanan di luar. (Dokumen Pribadi)

Dari segi menu yang ditawarkan oleh café ini sangatlah beragam. Mulai dari makanan lokal hinggan western food tersedia, nama-namanya pun dibuat beda dan unik. Misalnya saja, pizza diganti namanya menjadi roti itali atau mie ramen diganti namanya menjadi mie ngamen.

Kali ini aku mengunjungi Heerlijk Café bersama temanku, Ribut namanya. Iya, memang namanya Ribut. Tapi, tenang saja kok dia anaknya anti-ribut. Lumayan banyak menu yang kami pesan, mengingat setelah pulang sekolah perut kami sama-sama kelaparan.

Menu pertama yang datang ialah Soda Perawan dan Kopi Moka. Soda Perawan, nama yang unik bukan? Soda Perawan sendiri merupakan minuman yang terbuat dari campuran sirup stroberi, soda water, dan orange juice. Betapa segarnya minuman ini. Sedangkan Kopi Moka merupakan espresso dengan chocolate powder dan fresh milk.

Ini yang namanya Soda Perawan. Segar banget rasanya! (Dokumen Pribadi)

Menu berikutnya sebagai makanan pembuka, Roti Wajan tersedia di meja kami. Sebuah berisi dua lapis pancake dengan dua scope ice cream. Aku mengiranya Roti Wajan akan disediakan dalam sebuah wajan sesuai namanya, ternyata dugaanku salah. Rasa pancake-nya lumayan enak terlebih lagi dengan keberadaan es krim yang kian menggunggah selera.

Roti Wajan, pancake-nya enak. (Dokumen Pribadi)

Menu inti pun tiba, aku memesan Mie Londo Tomyam dan temanku memesan Sego Mangkok Daging Teriyaki. Menu yang aku pesan ialah spaghetti  yang dimasak dengan bumbu tomyam dan seafood. Rasanya enak dan segar. Sedangkan, Sego Mangkok Daging Teriyaki ialah nasi dengan daging saus teriyaki. Dengan lahapnya kami menghabiskan semua menu tersebut. Perut yang sebelumnya lapar langsung berubah sebegitu cepatnya.

Mie Londo Tomyam, spaghetti dengan segarnya bumbu Tomyam. (Dokumen Pribadi)

Sebagai penutup, aku memesan minuman lagi yakni Soklat Susu Horeg. Setelah puas menyantap makanan tersebut, kami berdua tidak langsung bergegas pulang. Disana kami menikmati fasilitas wifi yang disediakan oleh pengelola café sambil duduk-duduk santai ngobrol ngalor-ngidul. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat, hingga sore pun datang begitu saja. Ya, kami pun memutuskan mengakhiri wisata kuliner kali ini.

Dari segi harga, relatif terjangkau. Rata-rata harga makanan mulai Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu. Rata-rata harga minuman mulai Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu. Di café ini juga menyediakan beberapa menu makanan ringan dan beberapa varian gelato. Harga gelatonya juga dapat dikatakan lebih murah dari yang lainnya. So, bagi kalian yang lagi berkunjung ke Perpustakaan Daerah Jawa Timur monggo mampir juga ke Heerlijk Library Café. Tempatnya asik buat hangout dan kongkow bareng teman-teman!

PRICE LIST:
Soda Perawan IDR 17 K
Soklat Susu Horeg IDR 15 K
Kopi Moka IDR 18 K
Mie Londo Tomyam IDR 25 K
Sego Mangkok Daging Teriyaki IDR 15 K
Roti Wajan IDR 18 K

Informasi selengkapnya tentang Heerlijk Library Café bisa didapatkan melalui:
Twitter- @heerlijkcafe
Instagram- heerlijkcafe

Alamat | Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Timur; Heerlijk Library Café
Jalan Menur Pumpungan No. 32, Surabaya - Jawa Timur

Saturday, September 20, 2014

Melepas Penat di My Kopi-O!


Hari Senin, hari dimana kegiatan sekolah yang full dari pagi hari hingga menjelang petang. Tentunya membuat penat fikiran juga tenaga, ditambah lagi segudang tugas yang membuat pelajar seperti aku malas untuk mengerjakannya. Bagaimana mau mengerjakan jika melihatnya saja sudah muak. Namun, untuk mensiasati semua itu. Hampir setiap pulang sekolah pada hari Senin selalu aku habiskan untuk melepas kepenatan, terkadang hanya window shopping atau nonton film. Semua dilakukan semata-mata sebagai penyemangat di hari-hari berikutnya, semacam "The Power of Monday".

Bermodal dari selembar voucher Rp 100 ribu yang aku dapatkan dari kompetisi selfie di suatu even pameran fotografi. Aku bergegas dengan temanku untuk mengunjungi suatu restoran yang menyediakan food and beverage yang mengunggah selera. Dan tentunya dapat mengembalikan mood-ku yang terkadang hancur berkeping-keping pada hari Senin. Namanya: My Kopi-O!. Saat itu aku mengunjungi My Kopi-O! yang berada di Grand City Mall, Surabaya. Letaknya pun tak cukup jauh dari sekolahku.


My Kopi-O! sendiri merupakan restoran dengan konsep Kopitiam dengan sajian menu bak kedai kopi yang terkenal di Singapura, namun telah dikombinasikan dengan lidah orang Indonesia. Untuk urusan dekorasi sendiri, restoran ini mengandalkan gaya industrial yang sangat nyaman bagi para pengunjungnya untuk mencicipi hidangan yang mereka tawarkan. Menu yang ditawarkan cukup beragam dan layak untuk dicoba, diantaranya: Western, Asia, Japanes dan Italian. Terdapat pula beberapa snack seperti aneka Toast Bread, French Fries, Spici Garlic Brinjal, dll. Dari segi menu minuman sendiri tak mau kalah. Berhubung ini Koptiam, so dapat dipastikan minuman andalannya harus mengandung unsur kopi, ada menu Nanyang Kopi O, Nanyang Kopi Tarik, Ice Kopi Tarik dll. Biji kopinya sendiri berasal dari Lampung, Flores, sampai Papua loh. Oh ya, selain itu juga ada menu Espresso, Cappucino, Latte, dan masih banyak lagi. Dijamin bingung deh mau pilih menu yang mana.

Sudah cukup penjelasan mengenai My Kopi-O! kini kembali ke topik pembahasan. Pada saat itu sebenarnya perut kami masih kenyang, jadi kami memutuskan untuk memesan snack dan minuman saja. Sesampainya di depan gerai My Kopi-O!, pengunjung akan ditanya oleh petugas tempat duduk yang akan kita gunakan. Terdapat dua pilihan di tempat smoking area atau tidak, kami pun memilih tempat smoking area. Meskipun kami bukan seorang perokok, tapi alasan memilih tempat tersebut dikarenakan letaknya yang berada di dalam ruangan, berbeda dengan tempat non smoking area yang berada di luar dan cukup ramai. Kan ceritanya ini lagi melepas penat jadi dibutuhkan sesuatu yang tenang.


Kami lantas memesan beberapa menu, diantaranya Nanyang Kopi Tarik, Milo Coco Cham, Chocolate Kaya Butter Toast, dan Smoked Beef & Chesee Sandwich. Pelayannya ramah dan sigap dalam melayani pesanan pengunjung. Menu pertama kita yang datang adalah secangkir Nanyang My Kopi-O untuk aku dan secangkir Milo Coco Cham untuk temanku. Nanyang My Kopi O sendiri memiliki perpaduan antara kopi dan susu yang kuat, sedangkan Milo Coco 'Cham' rasa susu cokelat sangat enak. Oh ya kedua menu tersebut dilengkapi pula dengan roti kering. Aku suka banget sama cangkirnya, lucu.



Next, Chocolate Kaya Butter Toast. Roti bakar dengan isi cokelat dengan sri kaya yang disajakan di atas.talenan kayu. Satu porsi terdiri dari empat potong roti bakar. Untuk rasanya, lebih dominan cokelatnya daripada sri kaya-nya. But, masih tetap jempol banget rasanya. Menu terakhir ialah Smoked Beef & Chesee Sandwich. Sandwich dengan isi daging asap, keju, dan sayuran yang ditemani dengan French Fries dengan taburan biji wijen dan sedikit rumput hijau kering. Sandwich-nya enak banget, sayangnya sayuran di dalamnya terbilang teralu banyak. Bahkan, seperti sandwich vegetarian. Setiap porsi sandwich terdiri dari dua piece, dengan masing-masing piece memiliki dua layer.



Semua menu pun ludes begitu saja, maklum jiwa anak muda yang setiap melihat makanan apa saja pasti dilahap habis. Terlebih lagi menu-menu yang ditawarkan My Kopi-O! dengan slogannya 'Everything is Favourite (Semuanya favorit)", sangat menggoda selera makan. Kami menghabiskan waktu cukup lama di My Kopi-O! dengan bercakap-cakap panjang lebar mengenai beberapa topik seputar sekolah hingga hal ter-absurd yang pernah dilakukan, membuat kami lupa untuk pulang. Padahal besok masih sekolah lagi. Kan lagi dapat makanan enak, gratis lagi lewat voucher. Untuk kalian yang ingin mencari tempat untuk makan atau cuma nongkrong bareng teman, My Kopi-O! merupakan jawabannya. Tempatnya nyaman membuat kita berlama-lama disana. Menunya pun cukup lengkap dengan harga yang terjangkau.

PRICE LIST:
Nanyang Kopi Tarik IDR 20,0 K
Milk Coco Cham IDR 20,0 K
Chocolate Kaya Butter Toast IDR 19,8 K
Smooked Beef & Chesee Sandwich IDR 38,8 K

Informasi selengkapnya tentang My Kopi-O! bisa didapatkan melalui:
Facebook - mykopio.restocafe
Twitter - @mykopio
Telepon - 0341-550391