Showing posts with label Best. Show all posts
Showing posts with label Best. Show all posts

Friday, January 15, 2016

Bebas Berekspresi dengan Kreasi Kaos Utees.me




Tshirts can uplift, spark, and influence. They create joy, laughter, and inspiration. What you wear can change your world. Time to embrace the power of tshirts. Wear and share your expression.
— Utees.me (www.utees.me)

Bersifat universal, menjadikan t-shirt sebagai kebutuhan yang tanpa kita pungkiri wajib untuk dimiliki. Baik laki-laki maupun perempuan; tua, muda, hingga anak-anak pernah memakainya bukan? Termasuk aku. t-shirt telah menjadi seragam dinas sehari-hariku ketika di rumah. Dipadukan dengan jeans, kaos cocok untuk dipakai berpergian atau hangout bareng teman.

Lebih dari sebuah fashion item semata, t-shirt telah berkembang menjadi bentuk penyampaian ekspresi diri. T-shirt menjadi media yang tepat dalam berekspresi dan berkreasi. Budaya mengungkapkan ekspresi melalui t-shirt sendiri telah berkembang sejak tahun 1980-an. Hal ini menjadi peluang yang memicu para insan kreatif Indonesia untuk menelorkan platform kreatif yang memudahkan kita membuat custom tshirt. Utees.me, namanya. Sebagai website design tshirt online dengan konsep DESIGN—PRINT—SHARE, siapapun dapat menjadi desainer disana. Print tshirt terasa lebih mudah.

Mobile friendly: Untuk berbelanja di Utees.me dapat diakses secara mobile. (Dok. Pribadi)

Dari peramban gadget kesayanganku, aku buka situs Utees.me. Berkat desainnya yang mobile friendly membuatnya mudah diakses melalui smartphone. Terpampang berbagai design tshirt menarik dan unik yang dapat kita beli. Semua desain tersebut dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif para desainer kaos. Dimana aku pun dapat berperan sebagai desainer. Membuat kaos sendiri, menarik sekali pikirku.

Eye-Catchy: Tampilan awal situs Utees.me (www.utees.me) versi website dengan slogannya "WEAR CREATIVE".

Sebab, tampilan mobile diperuntukan untuk berbelanja saja aku putuskan untuk beralih ke laptop. Setelah beralih, aku pun teringat niatanku untuk memberikan kejutan untuk mama yang tertunda pada saat peringatan Hari Ibu. Sayangnya hingga hari yang ditunggu tiba, niatanku tersebut tak kunjung terwujud.

"Ah, bagaimana jika aku membuatkan kaos untuk mama?", pikirku saat itu.

Selanjutnya aku terdiam, sesaat membayangkan seperti apa desain yang akan aku tuangkan ke dalam kaos nantinya. Tanpa berpikir lama, ide itu muncul mengalir begitu saja saat aku mendesain kaos melalui online tshirt creator. Sempat muncul perasaan cemas bahwasannya akan susah dalam menggunakan layanan ini. Tetapi, perasaan tersebut aku buang jauh-jauh saat mengetahui layanan tersebut mudah dalam pemakaiannya. Kita harus pintar memainkan elemen warna, grafis atau teks. Adanya pre-made template membantumu ketika kekosongan ide menyerang.


Usai membuat kaos untuk mama. Aku tak langsung menutup situs Utees.me. Seperti memiliki daya magnet yang kuat, aku tak henti-hentinya menulusuri halaman demi halaman Utees.me. Banyak hal menarik lainnya yang aku temukan disana. Tampilannya yang eye-catchy membuatku tak bosan melihatnya.

Aku mencoba menelusuri desain-desain kaos yang sudah ada sebelumnya. Dikelompokkan ke dalam 12 kategori memudahkan kita mencari kaos sesuai kepribadian kita. Mulai dari geek, music, sport hingga spirituality. Ada pula desain pilihan dan populer. Kita dapat membeli design kaos dari artis kenamaan, sebut saja Billy Davidson, Tjahjana Saphira, Ariyo Wahab. Kapan lagi, bisa beli kaos yang didesain langsung oleh sang artis. Gokil!

Social-Commerce: Tampak halaman profilku di Utees.me.

Oh ya, Utees.me tergolong social-commerce. Selain sebagai tempat berjualan, kita dapat berinteraksi dengan sesama pengguna lainnya. Setelah mendaftarkan diri kita ke akun Utees.me, kita akan memiliki halaman profil sendiri layaknya sosial media kebanyakan. Mengganti foto profil; merubah foto sampul; saling follow antar user; menyukai desain user lain dapat kita lakukan. Menariknya lagi, kita akan mendapatkan reward $1,11 per kaos bilamana desain kita terjual.

Lama aku berkutat di Utees.me, aku tertarik untuk memesan satu kaos lagi. GlowTeesMe, kaos yang dapat menyala dalam kegelapan. Ini diakibatkan adanya tambahan poliflex. Kaos ini hanya dapat dipesan melalui Line/Whatsapp, sangking penasarannya aku langsung menghubungi pihak Utees.me. Melalui Line Utees.me, aku disambut dengan ramah oleh customer service mereka. Desain Stormtrooper aku pilih, aku sangat menyukai karakter di film Star Wars ini.

Setelah melakukan konfirmasi pembayaran, estimasi pengerjaan dan pengiriman memakan waktu 3-5 hari sesuai informasi yang tertera di Utees.me. Benar saja, 3 hari kemudian kaos tersebut tiba di rumahku yang berada di Surabaya. Terbungkus rapi dengan kertas cokelat dengan lambang "U" berukuran besar di depannya. Asyiknya lagi ongkos kirimnya gratis (seluruh Indonesia), cuma dengan registrasi akun di Utees.me.

A photo posted by Rosiy Wibisono (@rosiywibisono) on

Glow-In-the-Dark Tshirt: Poliflex menyebabkan kaos ini dapat menyala dalam kegelapan. (Dok. Pribadi)

Sempat terjadi masalah saat pengiriman paket sebenarnya akibat kesalahan dalam penulisan alamat rumah, namun dengan sigap pihak Utees.me dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan konfirmasi.

***

Hari yang dinanti tiba, pagi-pagi aku membangunkan mama untuk memberikan kado. Dibukanya kotak kado berwarna pink, lengkap bersama pita dengan warna senada. T-shirt berwarna watermelon pink dengan paduan teks dan clipart yang telah tersedia di Utees.me langsung dikeluarkannya. Tampak sumringah wajahnya, jarang melihatnya sebahagia ini.

Hadiah Kecil Untuk Mama: Kaos ini menjadi perwujudan ekspresi cintaku ke mama. (Dok. Pribadi)
Berusaha yang Terbaik: Semalam sebelum diberikan, aku persiapkan kado untuk mama. (Dok. Pribadi)
A Letter to Mom: Surat perwakilan perasaan hatiku selama ini, thanks mom! (Dok. Pribadi)

Aku mendesain kaos dengan dua sisi, depan dan belakang. Pada bagian depan aku sematkan doodle seorang perempuan dan tulisan "Best Mom Ever" yang menjadi representasi mamaku yang selama 19 tahun ini selalu menemani hari-hariku, serta doodle berlambang hati sebagai ekspresi cintaku kepadanya. Quotes tentang keluarga dan doodle keluarga kecilku aku sematkan pada bagian belakang.

Dibacanya postcard message yang tersisip bersama kaos. Dengan layanan order as a gift, nantinya kaos akan dikirim bersama postcard message berisikan pesan yang sudah kita tulisan saat melakukan checkout pembayaran. Hari itu juga, langsung dipakainya kaos yang aku berikan. Warnanya cocok sekali untuknya, bagiku beliau tampak lebih muda saat memakainya.

Tentang Keluarga: Tak ada yang dapat menggantikan arti sebuah keluarga. (Dok. Pribadi)
Tampak Bahagia: Melihatnya bahagia, aku pun bahagia. Senangnya!

"Kaose apik, enak digawe. Suwun, le! —Kaosnya bagus, enak dipakainya. Terima kasih, nak!", ucapnya.

Finally, misi memberi kejutan untuk mama berjalan sukses. Alhamdulillah...

***

Aku sangat berterimakasih dengan keberadaan Utees.me sangat membantu dalam menuangkan ekspresi dan kreasi kita di atas kaos. Harganya terbilang terjangkau dengan kualitas yang mumpuni. Kaos yang kita pesan menggunakan bahan cotton combat 20s, teksturnya halus dan kuat dengan rajutan rapat.

Menggunakan teknologi pintar printer DTG (Direct to garment). Desain di kaosnya terlihat jelas dan tajam.  kita dapat dapat memesan kaos tanpa minimun order dengan waktu pengerjaan yang cepat. Tersedia 3 model kaos (regular, female, kids) yang dapat dipilih dengan 10 varian warna.

So, what are you waiting for? Sekarang giliranmu untuk membuat custom tshirt-mu sendiri. Let's design your own tshirt!

Begitulah pengalamanku membuat kaos di Utees.me. Menyenangkan. Mungkin, kedepannya online tshirt creator perlu dikembangkan fitur "undo-redo". Secara keseluruhan, Utees.me sudah bagus banget! Aku percaya bahwa Utess.me dapat go international, ini terbukti dari penggunaan bahasa Inggris secara keseluruhan dalam website Utees.me dan jumlah nominal pembayaran dapat dikurskan ke mata uang dollar. Juga, melayani pengiriman internasional.

Your best T-shirt should be like your bed; it just feels like you are home when you are in it.— Ashton Kutcher

Tuesday, July 22, 2014

Berawal dari yang Manis, Aku Kenal Systema!


Tak terasa bulan Ramadhan telah tiba, banyak rutinitas yang kerap dilakukan pada bulan tersebut. Pasti sudah kita ketahui bahwasannya setiap bulan Ramadhan kita dituntut untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Puasa menuntut kita untuk menahan makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa. Saat Ramadhan, rutinitas sehari-hari pun terasa berbeda. Kita berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, saling menebar manisnya kehidupan.

Selama kurang lebih 12 jam kita berpuasa, saat berbuka merupakan momen istimewa yang paling ditunggu. Berbagai makanan pun tersaji dengan lengkap di meja makan. Tak luput diantaranya makanan manis nan menggoda selera. Ya, makanan manis seolah menjadi hidangan pembuka yang wajib ada saat berbuka puasa. Makanan manis tersebut dapat berupa kurma, kue, jajanan pasar, dan masih banyak lagi. Sebagai pelengkapnya minuman manis pun tak kalah bersaing. Kolak, es buah, es blewah, atau es teh manis misalnya. Kita seakan dibuat kalap saat menatap semua sajian tersebut. Belum lagi camilan saat malam hari, semua serba manis. Siapa juga di dunia yang tak suka dengan makan makanan yang manis?

Kudapan manis yang menggoda selera makan. (Sumber foto: Blogdetik/Cuap Cuap Ku)

Bila kita tidak dapat mengontrol saat memakan makanan manis, bisa-bisa saja gigi dan mulut kita dapat bermasalah. Paling sering kita alami yakni gusi yang ngilu saat menguyah makanan. Duh, rasanya sangat menyiksa, kenikmatan saat makan pun berkurang. Apalagi saat memakan makanan yang kelewat manis atau minuman dingin. Tapi yang namanya manusia terkadang menganggap sepele masalah terebut dan tetap memaksa untuk mengonsumsinya.

Belum lagi, bila kita tidak benar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Lama-lama gigi kita dapat berlubang akibat bakteri dan sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut. Gigi berlubang dapat menyerangi siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. Porses terjadinya dimulai dengan adanya plak pada permukaan gigi, dimana gula dari sisa makanan dan bakteri akan menempel pada waktu tertentu dan berubah menjadi asam laktat. Asam laktat inilah yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis dan menyebabkan demineralisasi email, lalu berlanjut menjadi karies gigi. Siapa yang mau giginya berlubang dan menjadi sarang penyakit? Tak ada yang mau kan.

Aduh, gigiku sakit! Kebanyakan makanan manis sih.

Oh ya, saat berpuasa kita juga sering mengalami permasalahan bau mulut yang menyengat. Bau mulut ini membuat berkurangnya rasa percaya diri kita dalam melakukan rutinitas sehari-hari. Tak hanya mengganggu diri sendiri, orang di sekitar kita pun akan terganggu.Mulut pun tak terasa segar, kita tak leluasa senyum selebar mungkin. Bahkan, kita berusaha tidak banyak omong saat bau mulut datang menyergap. Jangan sampai dengan bau tak segar dari mulut mematahkan semangat kita untuk menebar kebaikan selama bulan Ramadhan.

Dari setiap masalah pasti memiliki solusinya. Karena, masalah ini berada di seputar gigi dan mulut hal pertama yang dapat kita lakukan yakni rajin dalam merawat gigi dan mulut. Gigi dan mulut dapat dirawat sendiri, cukup rutin menyikat gigi kita selama dua kali sehari. Setiap malam dan pagi, serta sehabis makan. Berhubung puasa dianjurkan saat setelah bersantap sahur dan setelah berbuka. Baru-baru ini aku dikenalkan dengan solusi baru nan mudah dalam merawat gigi. PT Lion Wings, penggagas dari solusi ini. Dengan Systema sebagai produk andalannya. Semua berawal dari masalah gigi akibat makanan manis yang berlebihan aku santap, aku dikenalkan dengan Systema.

Systema menawarkan kepada kita sebuah solusi dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di gigi dan mulut. Rangkaian produknya berupa pasti gigi, sikat gigi, dan mouthwash. Meskipun masih awam di telinga kita, namun Systema tak kalah bersaing dengan produk-produk yang telah kita kenal sebelumnya. Bahkan Systema memiliki keunggulan yang tidak ada produk sejenis lainnya. Dengan beberapa perawatan yang ditawarkan Systema dijamin kesehatan gigi dan mulut dan gigi kita akan terjamin. Mengingat produk-produk tersebut diproduksi oleh PT Lion Wings yang berkerja sama dengan Lion Corporation Jepang, yang telah berdiri sejak tahun 1981. Berikut beberapa penjelasan mengenai produk pelindung gigi dan mulut dari Systema:



Systema Nano merupakan pasta gigi yang dapat membuat gigi lebih bersih dan tetap kuat, dengan nafas yang lebih segar dan tahan lama! Produk pasta gigi ini tersedia dalam dua varian, yakni spring fresh (kemasan berwarna merah muda) dan menthol breeze (kemasan warna biru). Varian ukuran yang ditawarkan: 75g, 120g, dan 190g. Yang membuat pasta ini berbeda ialah karena kandung Nano Calcium yang dipercaya mampu mencegah dan membantu gigi berlubang. Kandung lainnya seperti Erythritol yang membantu mengurangi plak di gigi secara efektif lebih cepat dibandingkan pasta gigi biasa. Serta Micro Foam yang berupa busa-busa berukuran mikro mempercepat penyebaran Nano Calcium dan Erythritol hingga ke sela-sela gigi, untuk mulut bersih, tetap sehat dan terlindungi secara menyeluruh dari gigi berlubang.

Belum lagi sesaat memakai pasta gigi ini, gigi tidak terasa kesat. Hal ini disebabkan oleh kandungan detergen pada Systema Nano yang lebih sedikit. Aman deh buat dipakai anak-anak, asalkan dosisnya yang lebih sedikit dari orang dewasa.

Dengan ketiga kandungan bahan tersebut, pasta gigi ini juga memberikan aksi perlindungan cepat dan tepat pada 8 masalah mulut, diantaranya:
  1. Membantu memperbaiki gigi berlubang dalam 2 minggu.
  2. Membantu memperkuat gigi dan enamel gigi.
  3. Membunuh bakteri.
  4. Membantu mengurangi plak.
  5. Menjaga gusi tetap sehat.
  6. Menetralisir asam di mulut.
  7. Mengurangi bau mulut.
  8. Melindungi gigi secara menyeluruh.




Systema Toothbrush merupakan sikat gigi dari Systema. Terdapat dua varian ukuran dari produk ini, yakni Big Head dan Reguler. Sikat gigi sangat cocok menjadi teman kita saat menggosok gigi, terutama bila kita menggunakan pasta gigi Systema Nano. Menggunakan bulu sikat khusus untuk menjangkau dan bersihkan secara lebih baik, yakni bulu sikat Micro-Clean. Bulu sikat Micro-Clean memiliki daya bersih superior sepanjang garis gusi, dibandingkan bulu sikat biasa. Leher sikatnya dirancang panjang dan ramping yang memudahkan pencapaian daerah mulut terdalam. Serta dilengkapi gagang yang anti slip. Oh ya, bulu sikat Micro-Clean tersebut juga mampu menjangkau ke sela tersempit gigi dan gusi, sehingga efektif membersihkan plak untuk mencegah akumulai bakteri sehingga terhindar dari penyakit gusi. Berbeda dengan bulu sikat lain yang tidak dapat menjangkau kantung gusi yang sisa makanan dan plak menumpuk lalu merusak gusi.


Sikat gigi juga diharapkan dengan metode yang benar. Yakni menyikat gusi dari bawah ke atas. Dan beruntunglah kalian yang memakai Systema Toothbrush, sebab sikat gigi memiliki ukuran bulu sikat yang sangat kecil berdiameter 0,02mm. Celah-celah sempit pun dapat dijangkau dengan mudah tanpa memfikirkan efek gusi berdarah seperti saat pemakaian sikat gigi biasa. Teknologi Super Tapered Bristle yang diterapkan pada sikat gigi merupakan teknologi pertama di dunia.




Sebagai sentuhan akhir dalam perawatan gigi dan mulut, Systema juga menghadirkan varian produk mouthwash. Untuk Systema Moutwash terdapat tiga varian, diantaranya menthol breeze (warna biru), spring fresh (warna merah muda), dan green forest (warna hijau). Kandung aktif yang terdapat Systema mouthwash seperti fluoride, IPMP, dan GK2 sangat berguna untuk melindungi kesehatan rongga mulut.


IPMP berperan untuk membunuh bakteri (menembus lapisan biofilm terdalam) dan melindung gigi, mencegah penumpukan plak pada gigi, serta melawan dan mencegah bau nafas tak sedap. Untuk GK2 berguna untuk melindungi gigi dan gusi dari penyakit periodontal, dan mencegah radang gusi. Fluroide sendiri berguna sebagai benteng pertahanan terhadap bakteri penyebab masalah gigi berlubang.


Setelah dikenalkan varian produk perawatan gigi dan mulut dari Systema, aku pun secara pribadi langsung beralih dan jatuh cinta kepada Systema. Karena, keunggulannya yang dahsyat dalam mengatasi permasalahan-permasalah yang telah disampaikan sebelumnya. Produk-produk dari Systema sangat mudah kita temui sebab telah tersedia di supermarket seperti Carefour, Giant, Lotte dan juga mini market seperti Indomaret dan Alfamart.

Mulut pun terasa segar setelah memakai pasta gigi dari Systema nano. Pasta giginya langsung cepat melumer dan menyebar rata dalam mulut, tak seperti biasanya aku memakai pasta gigi selalu tercecer ke lantai atau wastafel. Sikat gigi dari Systema juga enak digunakan, genggamannya pun kuat tak cepat slip. Sikat gigi yang aku punya berwarna oranye, warna kesukaanku. Aku pun lebih rajin menyikat gigi dengan Systema. Untuk menyempurnakan perawatan gigi dan mulut, gunakan mouthwash-nya teman-teman. Adem banget di mulut.

Kini, makan makanan yang manis tak takut lagi gigi dan mulut bermasalah. (Sumber foto: Trattoriadiane)

Kini, berkat kehadiran Systema aku tak canggung lagi mengonsumsi makanan manis. Mau roll cake, red velvet, brownies, atau cupcake siap aku habiskan. Tak ada lagi ceritanya takut akan gigi berlubang sebab Systema telah menjadi sahabat setia pencegah bakteri di mulut. Mulut pun kembali segar tanpa bau menyengat. So, senyumanku kembali mengembang lebar. Bulan Ramadhan kan bulan manis, jadi kita harus menebar senyum kita ke semua orang. Kan, senyum itu juga sebagian dari ibadah.


Aku semakin percaya diri dengan diriku. Siap menghadapi dunia! Apalagi sebentar lagi lebaran akan tiba, siap-siap pamer produk Systema dan keunggulannya nih ke sanak saudara. Bisa-bisa aku jadi keluarga Systema. Harga yang ditawarkan Systema sangat terjangkau. Produk-produknya pun dapat dikonsumsi oleh anak-anak maupun dewasa. Tapi dengan dosis yang dianjurkan ya, khususnya bagi anak-anak jangan sampai kebanyakan. Ramadhanku terasa lebih berkah dan berwarna.

Ini Systema-ku, mana Systema-mu?

Terima kasih Systema dengan segala kelebihannya! Gigi dan mulutku pun terjaga olehmu! Aku pun siap untuk menebar manisnya hidup bersama Systema! Untuk semuanya, kini saatnya beralih ke produk-produk Systema. Aku sudah membuktikan kedahsyatan Systema, kini giliranmu! Berawal dari yang manis, aku pun dikenalkan Systema.


Kini aku telah beralih ke Systema, kamu?





Kalian juga dapat meng-update informasi mengenai produk terbaru dari Systema dan cara merawat gigi dan mulut melalui:

***
Muhammad Fathur Rosiy, 17 Tahun
Surabaya, 22 Juli 2014

Tulisan ini diikut sertakan dalam Systema Blog Competition "Berawal dari yang Manis".


Friday, July 18, 2014

Save Street Child Surabaya, We Care to Share!

Potret anak jalanan di Indonesia. (Sumber foto: KampusNews)

Anak jalanan atau sering disingkat anjal merupakan masalah yang paling krusial di Indonesia. Mereka sering kali kita temui di padatnya jalanan di Indonesia, berlarian kesana kemari untuk menajajakan barang dagangannya, mengamen, bahkan mengemis. Hidupnya hanya bergantung pada ramai dan bisingnya jalanan. Tak ada tempat yang layak seperti rumah untuk berlindung dan mereka tempati, untuk urusan perut tidak ada namanya makanan dengan lauk yang bergizi masih untung jika mereka dapat makan tiga kali sehari. Tidak ada fasilitas mewah yang mereka dapatkan bahkan tak banyak dari mereka kehilangan harapan untuk mengenyam pendidikan.

Kehidupan di jalanan yang tak menentu, suram, bahkan keras secara tidak langsung menempa watak anak jalanan menjadi keras dan liar. Hal-hal negatif seperti mencuri, mabuk-mabukan, penggunaan narkotika, dan berbagai potensi berbau kriminal dengan mudah mereka ikuti. Fakta-fakta ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan bagi kita tentunya, generasi muda penerus bangsa. Kita tak mau melihat terjadi ketimpang tindihan sosial yang timbul di masyarakat Indonesia. Apalagi mengingat jumlah anak jalanan dan angka kriminalitas di jalanan yang dari tahun ke tahun tak pernah mengalami penurunan, justru peningkatan yang terus terjadi.

Official logo Save Street Child Surabaya. (Sumber: SSC Surabaya Website)

Menghadapi permasalahan anak jalanan ini segilintir orang mulai melakukan gerakan-gerakan peduli terhadap anak jalanan. Mereka memutuskan untuk membuat suatu wadah yang dapat mengaktualisasikan kepedulian mereka kepada anak-anak jalanan dan marjinal yang bernama Save Street Child. Sejak dibentuk pada tanggal 23 Mei 2011 di Jakarta secara independen, komunitas ini terus berkembang dan melebarkan sayapnya. Terbukti hingga kini telah terdapat kurang lebih 18 kota yang menjadikannya komunitas berjejaring, di Surabaya salah satunya. Berawal dari rembukan kopi darat anak-anak muda Surabaya hingga akhirnya terbentuk Save Street Child yang khusus menjaring wilayah di Surabaya dan sekitarnya pada tanggal 5 Juni 2011.

Hingga kini di Surabaya tak kurang 100 orang telah bergabung dan aktif dalam berbagai aktivitas yang diadakan oleh Save Street Child. Tujuan mereka sangatlah mulia, yakni ingin ikut berperan serta dalam Mencerdaskan Anak Bangsa khususnya anak jalanan. Berbagai program positif pun mereka gelar, baik secara berkala maupun tidak. Pengajar Keren, Beasiswa Anak Merdeka, Jum'at Sehat, Piknik dan beberapa kegiatan eventual, misalnya.

Pengajar Keren: Kami Ada Untuk Mengajar

Antusiasme anak jalanan saat proses belajar-mengajar bersama Pengajar Keren. (Sumber foto: Flickr/SSChildSurabaya)

Fenomena anak jalanan di kota Surabaya yang masih minim dalam mendapatkan pendidikan layak menjadi alasan mengapa komunitas ini menggagas program 'Pengajar Keren'. Nama 'Pengajar Keren' pun tak hanya digunakan sebagai nama program semata, tapi juga disandang oleh mereka yang terlibat di dalamnya. Program ini telah ada sejak tanggal 26 Agustus 2011. Semua orang pun dapat terlibat di dalamnya, tidak terbatas usia, status, atau jenjang pendidikan.

Dengan visi "Memenuhi Kebutuhan Pendidikan dan Bermain Anak", mereka fokus dalam memberikan pendidikan bagi anak jalanan di Surabaya. Tak hanya itu saja namun juga memberikan fasilitas bermain yang secara tidak langsung dapat menghilangkan trauma anak jalanan saat hidup di jalanan. Hingga sekarang telah ada 6 titik lokasi yang digunakan rutinitas belajar-mengajar dengan cara belajar yang berbeda pula. Mengingat permasalahan di tiap-tiap wilayah tak menentu sama. Keenam titik tersebut diantaranya: Stren Kali JMP, Makam Rangkah, Taman Bungkul, Traffic Light Jalan Ambengan, Wilayah halaman Delta Plaza dan Traffic Light Jalan Kertajaya.

Kegiatan belajar-mengajar di masing-masing wilayah biasanya dilaksanakan pada sore hari dengan materi tematik. Pada bulan-bulan pertama mereka diajarkan materi bertemakan keluarga, dilanjutkan tema lingkungan, dan secara bertahap terus meningkat. Kegigihan mereka untuk mengajar pun mereka tunjukkan dengan kesabaran dalam memberikan materi. Khususnya di wilayah Traffic Light Jalan Ambengan, para 'Pengajar Keren' antusias menunggu anak jalanan berjualan terlebih dahulu, setelah pembelajaran baru dimulai.

Meskipun begitu, ternyata masih terdapat beberapa kendala yang mereka hadapi. Kendala terbesar mereka ialah tempat pembelajaran yang tidak kondusif karena memanfaatkan lahan kosong dan terbuka dan berdekatan dengan tempat keramaian. Menurunnya semangat belajar pun menjadi penghambat, terkadang diantara mereka harus menjemput anak jalanan untuk diberi materi dari mereka. Sebuah perjuangan yang tak mudah bagi mereka untuk mencerdaskan anak bangsa. Kurangnya tenaga pengajar dan materi pembelajaran yang masih belum pasti juga menjadi kendala.

Beasiswa Anak Merdeka: Masih Ada Peluang untuk Sekolah

Kebahagiaan terpancar saat menerima Beasiswa Anak Merdeka. (Sumber foto: Flickr/SSChildSurabaya)

Untuk menghindari peluang siswa untuk putus sekolah, Save Street Child Surabaya menggagas suatu program yang fokus terhadap pemberdayaan pendidikan. Program ini diharapkan dapat mengurangi resiko siswa mengundurkan diri dari sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Program ini juga sebagai penyokong dari Tri Pusat Pendidikan, dimana dijelaskan bahwasannya keberhasilan pendidikan tergantung pada tiga hal, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Keberhasilan dari beasiswa ini bukan dipatok dari seberapa besar dana yang telah dialokasikan, melainkan dari tercapainya peningkatan prestasi akademik akibat adanya pemanfaatan dari alokasi beasiswa ini.

Save Street Child Surabaya memberikan beasiswa semata-mata juga untuk mengurangi beban ekonomi siswa yang membutuhkan. Karena, kebanayakan dari mereka yang putus sekolah atau bahkan tidak bersekolah, mereka akan terpaksa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya dan kebutuhan sekolahnya. Hal ini akan menyebabkan ketidak fokusan mereka terhadap hak dan kewajiban dasar mengenai pendidikan.

Piknik Asik: Bermain Sambil Belajar

Keseruan Piknik Asik bersama Save Street Child Surabaya. (Sumber foto: Flickr/SSChildSurabaya)

Dalam meningkatkan kebutuhan pendidikan anak jalanan, Save Street Child tak hanya memberikan materi dengan konsep belajar-mengajar kaku. Tetapi juga menerapkan konsep Study Tour yang kerap dilakukan instansi pendidikan pada umumnya. Selama sebulan sekali mereka mengajak anak-anak jalanan untuk lebih mengenal keanekaragaman kekayaan lingkungan, makna kehidupan dan perkembangan teknologi yang telah ada. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadikan mereka anak-anak jalanan sebagai generasi yang berpengetahuan luas. Kegiatan ini dikemas dengan beberapa permainan sebagai langkah awal dalam memenuhi hak anak jalanan untuk bermain dan mendapatkan hiburan yang layak seperti rekan-rekan sebayanya pada umumnya.

Jum'at Sehat: Semangat Berbagi Melalui Sekotak Susu

Terima kasih, kakak! (Sumber foto: Flickr/SSChildSurabaya)

Selain fokus dalam hal pendidikan dan hiburan anak-anak jalanan, komunitas ini juga memberikan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan gizi dari anak jalanan. Melalui sekotak susu yang dibagikan secara on-the-spot dan on-the-road diharapkan dapat membantu anak jalanan menjadi lebih sehat dan dapat memenuhi gizi mereka. Selain itu juga melalui kegiatan digunakan sebagai penjembatan antara anggota komunitas untuk lebih dekat mengenal dengan anak-anak jalanan. Sesuai namanya, kegiatan ini diadakan rutin setiap hari Jum'at dengan mengambil beberapa titik lokasi pembagian kotak susu. Titik-titik lokasi tersebut diantaranya Sten Kali JMP, Stren Kali GentengKali, Traffic Light Unair Kampus A, Taman Bungkul, dan beberapa lokasi lainnya. Kegiatan ini terlaksana sejak 1 Juli 2011. Sebuah langkah sederhana untuk memperbaiki nutrisi anak-anak jalanan di Kota Surabaya. Selain sekota susu, komunitas ini juga membagikan beberapa snack bergizi untuk anak-anak jalanan.

Bagaimana sungguh inspiratif bukan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh komunitas ini? Meskipun usianya yang baru genap tiga tahun pada Juni lalu, tapi sudah memberikan dampak luar biasa terhadap perkembangan anak jalanan yang ada di Indonesia. Semoga kedepannya pemerintah sebagai wadah naungan rakyat untuk berlindung dapat memfasilitasi kebutuhan anak jalanan dan tidak menomor sekiankan keberadaan anak jalanan di Indonesia. Terlebih lagi jumlah anak jalanan yang dari tahun ke tahun terus meningkat jumlahnya. Komunitas ini juga membuka partisipasi aktif dari warga Surabaya dan sekitarnya untuk membantu meningkatkan kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak jalanan di Surabaya. Mari kita bersama-sama menjadi agen pembaharuan generasi masa muda Indonesia! Kalau tidak dari sekarang, mau kapan lagi? Dimulai dari kegiatan sederhana kita dapat merubah nasib masa depan, kedepannya akan terus berkembang komunitas positif seperti Save Street Child guna mencerdaskan anak bangsa Indonesia.

Hidup ini hanya satu kali, ingat ya satu kali. Usahakan waktu tersebut digunakan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk sesama. Mungkin di antara kita telah merasakan bagaimana enaknya dan keseruan dalam mengenyam bangku pendidikan yang layak. Sedangkan pernahkah terbesit fikiran kita untuk menengok saudara kita yang menggantungkan hidup mereka di jalanan. Mereka sebenarnya sama seperti kita, jangan saling melempar tanggung jawab untuk urusan ini karena ini semua tanggung jawab kita semua. Jika bukan kita, mau siapa lagi? Perubahan bangsa ini ada di tangan kita semua, termasuk di tangan anda.

Akhir kata, terdapat satu slogan yang saya ambil dari website resmi Save Street Child Surabaya, yang berbunyi:
“If you know, teach!; If you don’t, learn!” 

Salam muda!


We Care to Share! (Sumber foto: Flickr/SSChildSurabaya)





Kalian dapat bergabung bersama Save Street Child Surabaya melalui:

Twitter     : @SSChildSurabaya
Telepon / SMS : 08175180414 (Hamdan) | 08819620694 (Advin)
Atau kunjungi laman mereka di http://sschildsurabaya.org

Monday, July 14, 2014

Sahabat Selamanya


Hi sahabat…
Apa kabarmu?
Kini terasa jarak diantara kita
Entahlah yang memulai siapa?
Aku? Kamu? Atau kita?

Mungkin jarak menjadi hambatan kita untuk bersama
Tapi, bukan berarti…
Semua yang terlukis indah akan luntur begitu saja
Semua yang terluka akan sembuh begitu cepat
Semua yang terkenang akan terlupakan begitu saja
Semua yang dilalui bersama akan berakhir hampa begitu cepat
Dan masih banyak lagi yang tak dapat ku gambarkan…
Tapi semua itu tersapu begitu saja

Aku percaya kita masih ada ikatan persahabatan yang lekat
Tak peduli dinding setebal apapun yang membatasi kita
Mungkin aku kini tak menjadi aku yang dulu…
Aku yang selalu berbagi canda tawa bersamamu
Aku yang selalu mengadu keluh kesah kepadamu
Aku yang selalu kau benarkan jika aku salah
Aku yang selalu kau semangati jika aku terpuruk dalam kekosongan

Maaf sahabat…
Mungkin jarak menghambat untuk saat ini
Tapi, aku tetap percaya…
Aku melakukan semua ini, sebab aku tak mau kau kecewa
Kecewa karena mungkin aku yang tak menjadi benar-benar seadanya
Maafkan kemunafikan ini…
Sesungguhnya aku ingin menyapamu, tapi hati ini tertegun melihatmu yang sekarang
Aku kini tak menjadi aku yang percaya diri

Sesungguhnya dari semua ini aku hanya berpesan satu hal padamu
Persahabatan ini telah terjalin seperti ulat
Buta akan kehidupan saat sama-sama menjadi telur
Tegar saat sama-sama menjadi ulat
Sabar saat sama-sama menjadi kepompong
Dan entah mengapa saat menjadi kupu-kupu…
Kita tak lagi bersama…
Kau terbang entah kemana…
Mungkin waktu yang hanya menjawab
Persahabatan ini akan kembali ke peraduan
Bersolek akan cerita masa depanmu
Karena, kau tetap sahabatku
Sahabat selamanya

Puisi sederhana ini aku ciptakan khusus untukmu
Agar kau terkenang akan kebersamaan yang pernah terjalin
Semoga kau tak lupa… Sahabat….
Kita akan kembali satu, kesatuan yang kokoh
Maaf, kini aku tak dapat menjadi sahabat terbaikmu
Tapi kau tetapi menjadi sahabat terbaikku
Mungkin kau, sahabatku yang disana
Membaca ini semua, salam rindu yang tak dapat terucap
Hanya rangkaian kata yang dapat kusampaikan
Terima kasih sahabatku… Sahabat selamanya

Dan terakhir… Tahukah kamu?
Aku selalu menunggu di depan rumahmu
Hanya ingin kau sapa dan ajak bersenda gurau
Aku kini hampa, sendiri, dan tanpa arah
Sudahlah aku tak mau berpanjang lebar
Kau tetap menjadi sahabat
Ya, sahabat selamanya…

Friday, July 11, 2014

Rasa Lemas dan Malas, Godaan Terbesar Saat Berpuasa


Bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinanti oleh seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Mereka berlomba-lomba untuk mendulang sebanyak-banyaknya pahala. Salah satu amalan wajib di saat bulan Ramadhan ialah berpuasa. Tak jarang dari kita yang mengalami godaan saat berpuasa. Menurut aku sendiri, godaan terbesar yang tanpa kita sadari pasti pernah mengalaminya ialah rasa lemas dan malas saat berpuasa. 

Segala aktivitas di dunia pasti membutuhkan energi yang banyak. Baik bekerja, belajar, bermain maupun aktivitas lainnya. Energi tersebut terasa lebih cepat terkuras saat kita berpuasa. Kita pun akan dihadapkan dengan perasaan lemas yang akan menyebabkan berkurangnya produktivitas kita selama bulan Ramadhan. Aktivitas yang biasanya dilakukan dengan lancar akan tersendat bilamana rasa lemas saat berpuasa ini datang. Kita tentunya tak mau rasa lemas ini menjadi godaan kita untuk tidak produktif saat berpuasa, bukan?

Penyebab dari rasa lemas tersebut sangatlah banyak. Mulai dari kesalahan dalam mengatur pola makanan hingga kebanyakan tidur. Saat berpuasa kita tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang manis-manis atau berkabohidrat rendah, sehingga menyebabkan rasa lapar yang datang lebih cepat. Karena, makanan manis akan memacu tubuh untuk melepas insulin lebih cepat, fungsi insulin sendiri sebagai sumber energi tubuh. Kita juga tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang kurang mengandung protein dan sayur yang akan menghambat proses metabolisme dalam tubuh. Yang pada akhirnya dapat menyebabkan lemas dan lemah. Pola tidur yang tidak teratur juga menjadi penyebab tubuh cepat lemas. Terlebih lagi, kita yang lebih banyak tidur saat berpuasa. Saat tubuh dalam kondisi siaga lalu sengaja ditidurkan, maka otot-otot tubuh akan melemas.

Rasa lemas juga menimbulkan godaan lain yang tak kalah memberatkan puasa. Dari rasa lemas akan timbul rasa malas untuk beraktivitas. Bagaimana bisa mengerjakan pekerjaan di kantor, di rumah, atau di sekolah bila kita melakukan aktivitas sederhana saja malas? Tentu sangat merugikan, bisa-bisa kita dipecat dari pekerjaan jika saat berpuasa kita malas untuk mengerjakan rutinitas yang biasanya kita kerjakan dengan begitu cepat. Waktu berpuasa juga akan terasa sangat lama bila tubuh dalam kondisi lemas dan malas. Sehingga kita tidak kuasa untuk menahan diri saat berpuasa, lalu kita akan terstimulai untuk cepat-cepat membatalkan puasa. Jangan sampai hal ini terjadi, puasa dibatalkan hanya gara-gara tubuh yang lemas dan malas. Sangat disayangkan, bila selama berpuasa kita hanya berdiam diri dan melakukan sedikit aktivitas. Puasa sebenarnya melatih kita untuk lebih sehat, hanya saja rasa lemas dan malas itu yang harus kita hindari. Kita tidak mau kan kehilangan keberkahan bulan Ramadhan hanya diakibatkan dua hal sepele tersebut.

Untuk menanggulangi rasa lemas dan malas itu pun cukup mudah, diantaranya: 

1. Makan dengan makanan porsi yang normal.
Diusahakan saat bulan puasa mengkonsumsi makanan dengan porsi yang sama seperti bulan-bulan biasanya. Seperti yang telah aku sampaikan sebelumnya, kita dilarang untuk terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis, berkabohidrat rendah, kurang sayur dan protein. Bila kita makan terlalu banyak makanan tersebut akan menyebabkan perut terasa kekenyangan dan tentunya membuat kenyamanan kita berkurang. Makan makanan yang terlalu sedikit juga tidak disarankan karena akan mengurangi asupan gizi saat berpuasa.

2. Minum banyak air putih.
Saat berpuasa, cairan dalam tubuh kita akan terkuras cukup banyak. Untuk itu, kita disarankan mengkonsumsi air putih kurang lebih sebanyak 8 gelas setiap harinya. Terhitung saat mulai berbuka hingga sahur. Kenapa air putih? Sebab air putih menyediakan cadangan cairan dalam tubuh saat berpuasa.

3. Berolahraga ringan.
Gerakan olahraga ringan seperti lari-lari kecil sangat dianjurkan. Terlebih lagi saat di pagi hari sambil menikmati sejuknya udara, dijamin tubuh akan lebih bugar dan tahan saat berpuasa. Bila siang hari saat kantuk menyergap, gerakan relaksasi meluruskan badan sejenak membuat tubuh kita lebih ringan dan siap menanti buka puasa.

4. Atur pola tidur.
Rasa kantuk saat tubuh lemas tak dapat kita pungkiri. Kita akan lebih banyak menghabiskan waktu kita untuk tertidur di bulan puasa, jika tidak dapat menyiasati pola tidur dengan baik. Banyak dokter yang menyarankan meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur malam kita. Apalagi sekarang yang lagi musim pesta bola dunia, banyak orang yang begadang semalam suntuk tanpa memikirkan kesehatannya di kemudian hari.

5. Membuat perasaan lebih baik
Perasaan juga mengambil andil penting dalam mengurangi rasa lemas dan malas. Percuma bilamana kita sudah mengkonsumsi porsi makanan yang normal, minum banyak air putih, dan berolahraga ringan. Bilamana fikiran kita terpuruk, sangat tidak disarankan sekali. Usahakan saat berpuasa fikiran kita dipenuhi dengan keceriaan dan kegembiraan. Kita juga dapat melakukan aktivitas positif untuk menjernihkan fikiran. Membaca buku, berkebun, membuat kerajinan tangan, dan masih banyak lagi. Asalkan aktivitas tersebut tidak memberatkan puasa kita!

Bagaimana kalian setuju tidak dengan pendapat yang aku sampaikan mengenai godaan terbesar dalam berpuasa? Demikian tulisan aku mengenai godaan saat berpuasa, khususnya rasa lemas dan malas yang kerap muncul saat kita berpuasa. Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu yang berharga di bulan Ramadhan ini dengan kegiatan yang dilarang oleh Allah SWT. Lengkapi hari-hari berpuasamu dengan kegiatan yang positif, terlebih lagi beribadah. Bukan hanya mengurangi rasa lemas dan malas saat berpuasa, tapi juga meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Puasa kita pun terasa lebih bermakna dan bermanfaat.

Monday, July 7, 2014

Merajut Asa di Indonesia

Peta Indonesia. (Sumber foro: Ship Management International)

Aku. Aku tinggal di sebuah Negara yang kaya raya, baik sumber daya alamnya juga sumber daya alam manusianya. Negara yang terdiri atas gugusan pulau yang menjuntai dari Sabang hingga Merauke. Sekitar 220 juta jiwa penduduk tinggal di dalamnya, membuat Negara ini mendapatkan predikat Negara ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Letaknya strategis membuat Negara ini tak kalah diperhitungkan keberadaannya di mata dunia. Kalian pasti sudah dapat menebak di Negara mana aku tinggal? Karena, aku dan kamu tinggal bersamanya. Tinggal di Negara yang bernama: Indonesia.

Banyak sekali fasilitas yang telah diberikan Indonesia kepada rakyatnya. Meskipun tak selengkap Negara maju, setidaknya kita patut bangga dengan apa yang telah dimilikinya. Salah satunya, Pendidikan. Pendidikan ialah kunci keberhasilan suatu Negara. Pendidikan juga mengambil peranan penting dalam menentukan nasib Indonesia di masa yang akan datang. Dewasa ini, kita dapat merasakan pendidikan yang layak  tanpa harus bersusah payah ‘kucing-kucingan’ seperti pada jaman penjajahan. Kini kita telah dapat menikmati pendidikan di Indonesia seutuhnya. Aku pun diantaranya.

Perkenalkan aku, Muhammad Fathur Rosiy. Cukup dipanggil Rosiy. Aku tumbuh dan berkembang di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Tujuh belas tahun sudah aku hidup di Indonesia. Sekarang aku masih sekolah di SMKN 5 Surabaya dan kurang beberapa langkah lagi aku akan lulus. Entah masa depan akan mengarahkanu ke bangku kuliah atau harus dituntut mandiri mencari pekerjaan. Tapi, itu urusan takdir yang berbicara. Manusia hanya bisa memberi pilihan dan Tuhan-lah yang telah menentukan kemanakah arah yang akan dijalani. Aku tak mau berbicara terlalu panjang mengenai masa depanku. Disini aku ingin menceritakan bagaimana pentingnya pendidikan bagiku. Pendidikan yang akan mengantarkan mimpiku menjadi kenyataan, membanggakan diriku sendiri, orang tua, sanak saudara, teman-temanku, dan tentunya bangsaku.

Siswa-siswi yang mengikuti upacara bendera di Gedung Grahadi, Surabaya. (Dokumentasi Pribadi)

Tanggal 3 Juni 1997, aku dilahirkan sebagai insan suci yang masih buta akan kehidupan duniawi. Terlahir normal dari pasangan suami istri, Gunawan Wibisono dan Sulasmi. Dari sinilah hidupku bermula. Mulai mengenyam pendidikan dasar pada tahun 2003, aku disekolahkan di SDN Tembok Dukuh. Di sekolah dasar aku diajarkan bagaimana menjadi orang Indonesia yang bangga menjunjung bahasa persatuannya, Bahasa Indonesia. Di masa ini juga aku diajarkan bagaimana caranya untuk mencintai bangsaku sendiri. Melalui pelajaran ilmu pengetahuan sosial aku dapat mengetahui perkembangan sejarah Indonesia.  Melalui pelajaran pendidikan kewarganegaran aku diajarkan untuk menjadi pribadi yang tak boleh melupakan bangsanya. Melalui pelajaran seni budaya aku dikenalkan berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia. Dan masih banyak pelajaran lainnya yang menuntunku untuk lebih mencintai Indonesia.

Saat di sekolah dasar aku sangat mencintai lagu nasional dan lagu daerah, banyak lagu yang aku hafal dan resapi maknanya. Aku memfavoritkan lagu “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki dan “Tanah Airku” karya Ibu Soed, kedua lagu tersebut merefleksikan gambaran Indonesia yang lebih kompleks dan memberikan amanah untuk selalu menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kelincahan tubuhku pada saat itu aku manfaatkan untuk giat berlatih tari daerah. Karena, tari menjadi muatan lokal pelajaranku dan memang sejak kecil aku senang menggerakkan tubuhkan dalam alunan musik yang menghentak. Pada kelas 2, aku dipilih menjadi pengisi acara di pentas seni dan perpisahan kakak kelasku. Bersama empat rekan lainnya, aku membawakan tari daerah yang entah aku lupa apa namanya. Maklum, peristiwa ini sudah berlalu beberapa tahun dalam hidupku.

Tak terasa 6 tahun telah berlalu di bangku sekolah dasar, terima kasih kepada guruku yang ikhlas dan sabar menyampaikan ilmu kepadaku dan teman-temanku. Pendidikanku dilanjutkan ke bangku sekolah menengah pertama. Dengan modal nilai ebtanas murni yang mengantarkanku menjadi siswa di SMP Negeri 25 Surabaya. Banyak pelajaran yang tingkatnya lebih berkembang dari sekolah dasar aku dapatkan disini dan tentunya lebih membuatku menghargai Negara yang menjadi mata pencaharian kedua orang tuaku ini. melalui Organisasi Siswa Intera Sekolah, aku pun dididik konsep demokrasi dan bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Ya, aku mengikuti organisasi tersebut dua tahun berturut-turut hingga jabatan Wakil Ketua pernah aku sandang. Tapi, apalah arti sebuah jabatan bagiku karena pengalaman lebih penting sebagai guru yang paling berharga dalam hidupku. Pelbagai pelatihan kepemimpinan pun aku ikuti untuk mematangkan sikap kepemimpinan.

Kebersamaanku dengan teman sebangku di SMP, Monika namanya. (Dokumentasi Pribadi)

Aku aktif pada ekstrakulikuler Lingkungan Hidup. Ekstrakulikuler yang memberikanku latihan betap pentingnya sikap dalam menjaga lingkungan di sekitar kita. Mulai dari tidak membuang sembarangan hingga mengurangi penggunaan CFC dan sterefoam. Aku pun lebih cinta Indonesia melalui pendidikan yang diberikan di sekolah menengah pertama. Rasa cinta yang tak hanya melalui perkataan namun juga aksi nyata. Oh ya, aku pun diperkenalkan dengan Blog sejak kelas 3 SMP. Bermula dari pembuatan blog yang digunakan sebagai tugas akhir sekolah dan berkembang hingga saat ini.

Tiga tahun sudah aku lalui di bangku sekolah menengah pertama. Pendidikan dasarku berakhir selama 9 tahun, sama persis dengan program ‘Wajib Belajar’ yang dicanangkan pemerintah. Pendidikanku berlanjut ke Pendidikan Menengah. Aku mendaftarkan diri sebagai peserta didik di SMK Negeri 5 Surabaya pada tahun 2012. Memilih jurusan Teknik Gambar Bangunan sebagai pilihan program prodinya selama mengenyam pendidikan 4 tahun disana. Iya 4 tahun, karena SMK Negeri 5 Surabaya merupakan lanjutan dari sekolah rintisan STM Pembangunan yang mengharuskan siswanya untuk menerima pendidikan selama 4 tahun. Tiga tahun awal difokuskan dengan materi dan praktek di sekolah, dan satu tahun selanjutnya magang atau praktek kerja lapangan. Baru saja aku naik dari kelas 11 ke kelas 12, meskipun baru dua tahun aku duduk di bangku sekolah menengah kejuruan bukan berarti pendidikan yang aku dapat masih sedikit. Terlebih lagi pendidikan yang mengajarkan bagaimana cara menjadi warga Negara yang baik dan cinta terhadap tanah air.

Kelas 1 SMK merupakan masa-masa transisiku dari sekolah menengah pertama. Pada saat itu, aku mendapatkan ilmu menjadi pebisnis dengan bergabung di perusahaan siswa. Perusahaan tersebut dinamai, ANT 5 SC 3rd Generation. Sama seperti perusahaan umumnya yang memproduksi dan memasarkan produknya, cuma berbeda di siapa yang menjalankan perusahaannya saja. Aku pun ditunjuk sebagai Vice President of Production, kepala bidang produksi dalam perusahaan siswa tersebut. Produk yang diusung ialah aneka tas yang terbuat dari jeans, awalnya hanya dipadu padankan dengan kulit sintetis. Tetapi, lambat laun aku pun berfikir mengapa tidak mencoba menggabungkan citarasa Barat dan Timur. Hingga produk tas dari bahan jeans dengan batik pun tercipta. Aku ingin menunjukkan bahwa Indonesia dapat diterima di kanca dunia melalui produk yang diusung. Terbukti saat kompetisi nasional di Jakarta produk tersebut laris manis diserbu pembeli.

Tas yang diproduksi ANT 5 SC 3rd Generation. Tas yang paling atas merupakan perpaduan bahan jeans dan batik. (Dokumentasi Pribadi)

Pada kelas 2 SMK, aku mulai giat mengembangkan potensi di bidang menulis. Terutama menulis di blog. Iseng-iseng mencari informasi di internet seputar lomba blog hingga suatu saat membuat aku berani untuk mengikutinya. Lomba blog pertama yang aku ikuti ialah Lomba Blog Kaum Muda Bicara Indonesia yang diadakan Bapak Darwin Saleh, mantan Menteri ESDM Indonesia melalui websiter resminya. Tulisanku yang bertajuk ‘Optimalisasi Peranan Kelembagaan dalam Pemerataan Pembangunan Indonesia’ berhasil menyabet predikat juara pertama. Perasaan senang, bangga dan tidak percaya melebur jadi satu. Mengingat ini lomba blog pertamaku dan prestasi pertamaku di dunia blog. Kemenangan ini menjadi cambuk nyata untuk aku, agar lebih giat dalam membuahkan prestasi yang lebih banyak lagi. Berlanjut ke kompetisi blog yang aku ikuti, kali ini kompetisi tersebut diusung oleh Relawan Dino Patti Djalal. Dan Alhamdulillah, aku menjadi juara pertama di kategori pelajar. Aku pun berkesempatan bertemu langsung dengan Bapak Dino Patti Djalal, mantan Dubes RI – AS.

Yang membuat istimewa lagi, dua tulisan tersebut memiliki kesamaan tema, yakni tentang ‘Masa Depan Indonesia’. Melalui tulisanku tersebut aku telah membagikan pengetahuan dan wawasan yang telah aku miliki selama sekolah. Secara tidak langsung pula, tulisan tersebut dapat digunakan sebagai inspirasi bagi pemuda Indonesia untuk berbuat lebih bagi bangsanya. Dengan kompetisi tersebut aku juga telah mengurangi sedikit beban orang tuaku. Aku dapat membeli laptop yang aku idamkan dengan uangku sendiri dan membayar beberapa hutang yang dimiliki orang tuaku. Padahal sebelumnya aku merengek untuk dikreditkan laptop, karena ketidakmampuan orang tuaku untuk membelikannya secara langsung.

Kegembiraan pelajar Indonesia. (Dokumentasi Pribadi)

Mungkin sampai disini aku dapat menceritakan lika-liku perjalananku dalam mengenyam pendidikan di Indonesia. Aku berkeinginan dapat melanjutkan pendidikanku ke tingkat yang lebih tinggi. Sehingga dapat memberikan sumbangsi kepada Negara meskipun sepenuhnya aku masih belum dapat membalas budi atas apa yang telah diberikannya kepadaku. Namun setidaknya aku telah mencoba untuk memberikan manfaat bagi bangsaku, diriku sendiri, orang tua, dan orang-orang terdekatku. Semoga kedepannya pendidikan Indonesia dapat berkembang secara optimal, guna menyongsong Indonesia yang lebih baik lagi. Terima kasih kepada semua yang telah menghantarkanku menuju jenjang kedewasaan. Pendidikan Indonesia memang tak sebagus yang ada di luar negeri, tapi aku percaya dan yakin bahwa orang-orang yang tuntas mengenyam pendidikan di Indonesia tak kalah dengan mereka yang sekolah di luar negeri. Karena, kekuatan mimpi dapat menghantarkan Indonesia ke gerbang perbaikan. Tak banyak pula, generasi revolusioner yang lahir di Indonesia. Semua berkat pemanfaatan pendidikan yang didapatkannya. Lahir, tumbuh dan berkembang di Indonesia, dan tentunya kembali untuk mengabdi kepada Indonesia. Kembali untuk berprestasi, kembali untuk berbagi, kembali untuk tujuan yang mulia.  Memajukan Indonesia! Dan biarlah aku merajut asa di bumi pertiwi ini!