Showing posts with label #HariJadiWonosobo189. Show all posts
Showing posts with label #HariJadiWonosobo189. Show all posts

Thursday, July 24, 2014

Menengok Kemeriahan Festival Balon Udara Wonosobo

Suasana Festival Balon Udara, Wonosobo. (Sumber foto: Flickr/EWonosobo)

Suatu pagi, langit Wonosobo terlihat lebih berwarna dari biasanya. Tampak belasan bahkan puluhan balon udara mengudara dengan cantik. Balon udara tanpa awak dan tanpa penumpang tersebut melenggang menembus batas awan. Riuh suka cita penduduk meneriaki balon udara yang mereka unggulkan. Mengandalkan corak dan warna yang beragam, balon udara tersebut beradu menjadi yang terbaik. Pemandangan seperti ini hanya dapat kita nikmati di Wonosobo, namanya Festival Balon Udara.

Bermula dari tradisi menyambut datangnya hari raya keagamaan, Festival Balon Udara lambat laun berkembang menjadi even tahunan yang wajib diadakan Pemerintahan Kabupaten Wonosobo dalam menyambut hari jadinya. Balon udara ini masih tradisional, karena tidak dibuat dari parasit dan tidak dapat ditunggangi. Tak seperti balon udara yang ada di benua Eropa. Ukuran balon udara tradisional terbilang tak kecil, umumnya berdiameter 24 meter dengan tinggi mencapai 14 meter. Bahan-bahan pembuatannya sangat mudah ditemukan, yakni kertas minyak, benang, bandul, kawat, lem dan kompor (sumbu).

Pembuatan balon ini dilakukan secara perhitungan ala kadarnya, para pembuatnya sudah terbiasa dalam menentukan ukurannya. Istilah 'munggah' dan 'mubeng' mereka gunakan dalam memperkirakan volume balon. Munggah adalah istilah untuk menunjukkan jumlah kertas yang digunakan secara vertikal, sedangkan mubeng untuk jumlah kertas yang melingkar. Kertas-kertas tersebut disusun sesuai rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Lalu, direkatkan menggunakan lem yang terbuat dari tepung pati kanji. Tidak boleh sembarangan saat mengelem, harus disisipkan benang sebelum kertas direkatkan. Benang ini difungsikan seperti otot pada manusia, yakni sebagai perekat antar satu kertas dengan kertas lainnya agar balon udara tidak terbelah dan terbakar saat diluncurkan. Ikatan benang yang tidak tepat pun membuat balon terbelah.

Jangan lupa rancang balon udara dengan desain yang menarik dengan perpaduan warna yang apik pula. Kebanyakan desain balon udara disini terinspirasi dari kartun animasi anak-anak atau logo klub-klub sepakbola. Balon udaranya pasti berwarna-warni dan tidak ada yang cuma polos gitu aja, dijamin!

Bagian dari balon udara tradisional. (Sumber gambar: Kompiasana/Wisata)

Bagian paling atas terdapat bandul, umumnya terbuat dari kain yang berisikan pasir, sehingga berat bandul dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembuat. Bandul berfungsi sebagai pemberat yang memudahkan balon untuk meluncur kembali ke tanah. Tapi jangan sampai keberatan karena bisa-bisa balon tersebut tidak bisa mengudara.

Bagian paling bawah balon terdapat sebuah lingkaran yang disebut blengker, terbuat dari bambu yang dilengkapi dengan awat menyilang. Di bagian tengah blengker ini dipasang gulungan kain sebesar bola tenis yang biasa disebut dengan kompor. Kain tersebut sebelumnya dicelupkan ke dalam minyak tanah kemudian dibakar dan menjadi sumber panas selama penerbangan balon. Sebagai pelengkap, aksesoris seperti parasut dan petasan digantungkan pada kawat blengker.

SAATNYA MENERBANGKAN BALON UDARA

Setelah balon udara dibuat, kini saatnya kita untuk meluncurkannya terbang bebas ke angkasa. Dibutuhkan tak kurang 10 orang untuk mempersiapkan proses penerbangannya, mengingat ukurannya yang cukup besar. Sebelumnya telah disiapkan tempat peluncuruan yang berupa sebuah cerobong kecil yang kerap disebut 'garangan' dan dua tiang bambu yang digunakan untuk menggantung bagian ujung balon paling atas. Udara panas yang dihasilkan dari pembakaran kayu dan jerami pada garangan membuat balon bisa mengembang. Bila dirasa telah cukup mengembang, balon pun dilepas sehingga dapat meluncur ke angkasa. Tidak semua balon dapat terbang mulus, ada diantaranya yang pecah di udara namun hal ini menambah keseruan dari festival ini.

Suara gemuruh dari petasan berbunyi bersautan sesaat balon udara dilepas ke udara. Asap yang ditimbulkan dari ledakan petasan di udara menambah semarak dari festival ini. Belum lagi, aksesoris parasut yang terjun dari ketinggian. Bisa dibayangkan bagaimana keramaian yang terjadi saat festival ini terjadi.


Bagaiman seru bukan memainkan balon udara ini? Tahun ini festival balon udara akan berlangsung pada tanggal 10 Agustus 2014 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-189. So, ayo berkunjung ke Wonosobo dan nikmati indahnya balon udara tradisional khas Wonosobo. Tak hanya mempertunjukan balon udara yang mengembang di udara, tapi pada festival ini juga menampilkan beberapa kesenian khas Wonosobo. Beberapa biduan lokal pun tak luput meramaikan festival ini. Oh ya, festival ini biasa dilaksanakan pada pagi hari.

Balon udara dengan motif terunik dan warna tercantik akan menjadi pemenang festival ini. Hadiah uang tunai jutaan rupiah telah menanti para pemenang. Akurasi penerbangan dan kekompakkan tim juga menjadi poin penting penentuan pemenang. Melalui even ini, pemerintah Wonosobo mengharapkan dapat mewujudkan "Pelestarian Nilai Budaya Menuju Investasi, Wisata, Adipura, dan Bunga". Sebenarnya kalian tidak hanya dapat menyaksikan balon udara saat festivalnya saja, karena balon udara ini telah menjadi tradisi khas di Wonosobo. Saat lebaran tiba di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo misalnya. Mereka selalu memperingati lebaran dengan mengudarakan balon udara tradisional lengkap dengan dentuman petasan. Dan masih banyak lagi wilayah-wilayah di Wonosobo yang merayakan hari lebaran dengan menerbangkan balon udara.

Tak hanya sebagai ajang kompetisi semata, melalui festival ini kerukunan antar warga di Wonosobo kian terjalin dengan baik. Karena, dibutuhkan semangat gotong royong tinggi guna melestarikan tradisi ini. Selain itu melalui festival ini dapat mengangkat nama Wonosobo ke seantero negeri bahkan kanca dunia. Festival balon udara tradisional ini satu-satunya yang ada di Indonesia, dan hanya ada di Wonosobo.

Saya juga mau mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Wonosobo ke-189. Semoga sukses selalu, terus berkembang hingga apa yang diinginkan dapat terpacai.


Berikut beberapa foto Festival Balon Udara yang saya ambil dari sini!




Postingan artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway #HariJadiWonosobo189


***
Muhammad Fathur Rosiy, 17 tahun
Surabaya, 24 Juli 2014

Referensi
  1. Balon Udara Lebaran Wonosobo: Tradisi Tiada Duanya | http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/07/22/balon-udara-lebaran-wonosobo-tradisi-tiada-duanya-478998.html Diakses pada 24 Juli 2014 pukul 16.00
  2. Festival Balon Tradisional Wonosobo 2012 | http://toxin88.blogspot.com/2012/07/blog-post.html Diakses 24 Juli 2014 pukul 16.05