Wednesday, July 1, 2015

Cermat dalam Mengelola Keuangan, Untung di Masa Depan


Sejak kecil oleh kedua orangtuaku aku sudah dibiasakan untuk menabung. Menyisihkan uang jajan yang telah diberikan orang tua, lalu dimasukkan dalam celengan berbentuk kendi dari tanah liat. Dimana ketika sudah penuh, celengan tersebut dipecahkan begitu saja dan membeli celengan baru untuk memulai tabungan baru. Berganti dengan celengan berbahan plastik, ketika sudah penuh bagian bawah celengan dilubangi. Berbeda dengan celengan dari tanah liat, jika dengan bahan plastik setelah dilubangi masih bisa ditambal menggunakan lakban.

Ya, begitulah pertama kalinya aku dikenalkan apa itu menabung. Hingga menginjak duduk di bangku SMK aku semakin disadarkan bagimana sih cara menabung yang benar. Tidak seperti dulunya yang menurutku sangat tidak efektif. Setiap ingin mengambil uang langsung saja tinggal memecahkan atau melubangi celengan. Uang untuk menabung pun seakan sia-sia, lama kelamaan hasrat untuk menabung dikalahkan dengan nafsu untuk mengambilnya.

Saat kelas satu SMK, aku pernah mengikuti satu program yang digagas oleh Prestasi Junior Indonesia –bagian dari organisasi nirlaba terbesar di dunia Junior Achievement Worldwide yang fokus pada program pendidikan ekonomi aplikatif dan pelatihan kewirausahaan bagi pelajar. Adalah JA Financial Education, nama dari program pengelolaan keuangan yang aku ikuti. Program ini disematkan pada mata pelajaran Kewirausahaan di sekolah.

Buku saku dan buku kerja untuk program JA Personal Finnance tahun 2014. (Dokumen Pribadi)

Ada beberapa poin yang ditekankan dalam program tersebut, termasuk menabung di dalamnya. Ternyata kita tidak boleh asal menabung lho teman-teman. Ada tahapan yang harus dilalui sebelumnya, ilmu yang aku dapatkan dari program tersebut mungkin juga dapat diterapkan oleh kalian semua. Caranya mudah kok, asal kalian telaten saja dalam menjalaninya. So pasti, sekarang menabung, esok akan untung.

Tahap 1: Menetapkan Tujuan

Kebanyakan orang menabung tanpa dasar yang jelas untuk itu diperlukan penentuan suatu tujuan menabung, bisa barang maupun jasa. Hal ini mutlak dilakukan agar kita dapat menghitung seberapa lama jangka waktu yang dicapai dan berapa biaya yang akan kita keluarkan, sehingga kita dapat mengatur berapa banyak uang yang harus disisihkan untuk meraih tujuan tersebut.

Contoh template penyusunan tujuan menabung atau dikenal juga dengan "My Smart Goals". (Dokumen Pribadi)

Usahakan tujuan ini ditulis dalam secarik kertas, lebih baik bila dihias lalu ditempelkan di segala tempat yang mudah dilihat. Supaya kita senantiasa ingat selalu tujuan kita tersebut. Apalagi bila kita memiliki tujuan yang spesifik, wah pasti hasrat untuk mendapatkan tujuan tersebut semakin besar.

Tahap 2: Menyusun Laporan Keuangan

Langkah berikutnya adalah mencatat semua transaksi keuangan dalam laporan keuangan harian. Tetapi sebelumnya, ada baiknya kalian memahami konsep mengenai kewajiban, kebutuhan dan keinginan; serta pengeluaran tetap, tidak tetap dan berkala. Ini dilakukan agar laporan keuangan harian yang kita catat lebih terorganisir dan kita juga dapat cerdas memilih mana pengeluaran yang harus dikeluarkan dan mana yang tidak.

Contoh template penyusunan catatan keuangan harian. (Dokumen Pribadi)


Tak perlu dengan format yang membingungkan, buatlah suatu form yang mudah untuk kalian pahami dan isi. Kalau perlu buat form tersebut menjadi buku catatan saku yang sewaktu-waktu dapat kita isi kapan saja dan dimana saja. Mungkin terlihat tidak penting kan, tapi cobalah mulai sekarang pasti kalian kaget dengan catatan keuangan kalian sendiri. Banyak dihabiskan untuk pengeluaran yang diperlukan atau pengeluaran yang tidak penting. Kalian pasti akan tahu, asal telaten ya.

Tahap 3: Menabung

Langkah terakhir ialah menabung. Menabung berarti kalian semua telah merencanakan pengeluaran di masa mendatang atau setidaknya ada dana darurat yang dapat digunakan kapan saja. Selain untuk mencapai tujuan di tahap pertama yang telah disampaikan sebelumnya, menabung juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal. Seperti mengantisipasi kondisi darurat, menabung liburan, menabung demi masa depan atau menabung untuk menghasilkan lebih banyak uang.

Bicara Seputar Pengalaman Pribadi

Dari tiga tahapan tersebut aku langsung mempraktekannya. Sebagai awalan aku membuat tujuan menabungku untuk membeli sepatu sekolah, ya saat itu sepatu sekolahku sudah kusam keadaannya. Agar cepat terbeli aku membuat jangka waktu satu bulan setengah dengan menyisihkan uang Rp 20 ribu tiap minggunya. Sepatu yang aku beli harganya berkisar sekitar Rp 100 hingga 120 ribu.

Catatan pengeluaran dan pemasukan pun aku tulis dalam sebuah buku catatan yang setiap harinya aku bawa di tas sekolah. Setiap mendapatkan uang jajan, aku langsung menulisnya dalam buku tersebut. Dan ketika akan membeli sesuatu akan aku catat kembali. Pada fase pertama terlihat malas tentunya untuk mencatat uang yang kita dapatkan dan keluarkan. Lambat laun pun aku terbiasa untuk menulis catatan keuangan sendiri, meskipun tak setiap hari setidaknya setiap minggunya selalu ada laporan yang dapat aku pantau.

Sepatu yang aku beli hasil dari menabung. (Dokumen Pribadi)

Oh ya, pantau terus catatan tersebut setiap harinya. Pastikan untuk menyisihkan uang untuk yang ditabung dahulu sebelum memikirkan untuk yang dibelanjakan. Syukur-syukur bila dari hasil mencatat tersebut mendapatkan uang sisa pengeluaran, langsung masukkan saja ke tabungan kita sebelumnya. Bisa bikin hemat kan dengan metode ini.

Pertanyaan umum yang sering hinggap saat menabung ialah kemanakah kita akan menaruh uang tabungan kita? Apa mau menabung dalam celengan, lagi? Tidak lah ya. Sekarang kan sudah banyak bank-bank memberikan banyak layanan tabungan yang dapat kalian pilih. Agar tak pusing memilih, aku menyarankan untuk membuka website Cermati.com. Mengapa Cermati.com? Sebab, disana sudah tersedia lengkap berbagai jenis produk finansial terbaik bagi kalian semua. Ada pula tips dan trik dalam mengolah keuangan, semua ada. Hanya membuka satu website saja kita akan mendapatkan sejuta manfaat.

Laman muka dari Cermati.com.

Kita harus cerdas memilih metode apa yang harus kita gunakan dalam menabung dan akan membawa kemana hasil tabungan tersebut. Bila tak cermat memperhitungkannya bisa-bisa kita menabung hanya untuk beberapa saat saja, tidak untuk berkepanjangan. Menabung juga bukan berarti kita harus sangat berhemat, tetapi kita harus pandai dalam mengelola keuangan kita sendiri.

Dari beberapa minggu yang lalu aku telah membuat tujuan baruku dalam menabung. Yakni, aku ingin menabung untuk mendirikan suatu usaha bisnis online. Hitung-hitung agar tabungan tersebut tidak hanya menimbun uang saja tetapi juga untuk dikembangkan kembali dan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Kalian bisa juga lho berinvestasi dari hasil menabung kalian. Ada tips tambahan lagi nih, usahakan ragamkan tabungan kalian dalam beberapa skala prioritas. Misalnya tabungan untuk pendidikan berbeda dengan tabungan lainnya.

Mungkin itu sedikit tips seputar menabung yang pernah aku alami. Bagaimana, setujukah kalian dengan metode yang aku dapatkan dan terapkan dari program Financial Education ini? Aku pribadi sih sangat menyukai metode ini, sebab kita lebih tahu tujuan kita dalam mengelola keuangan dan dikemas lebih mudah. Cocok diterapkan untuk anak-anak dengan bimbingan orang tua. Pendidikan keuangan layaknya harus diterapkan sejak dini, agar dewasa tak merugi.

Yuk, mulai menabung dari sekarang!


***
Surabaya, 1 Juli 2015
Muhammad Fathur Rosiy (18 tahun)
Total: 994 kata

15 comments:

  1. Betul, Mas. Kunci sukses menabung adalah asal telaten saja menjalaninya.

    ReplyDelete
  2. Wah... perlu banyak belajar nih dari mas Fatur Rosiy tentang masalah keuangan, khususnya menabung.

    ReplyDelete
  3. Eh, dari awal lihat judulnya saya sudah curiga, jangan-jangan lomba blog Emak Gaoel dan Cermati yang share tips menabung. Ternyata benar.
    Saya juga ikutan lho bang Fathur.. hehe bisa ditengoklah kalau minat. :D
    Gimana ya, basa-basinya. Jujur aja deh, semoga saya yang menang lombanya.
    Tapi, kalau dari segi penulisan dan tipsnya, saya jelas-jelas jelek dan Bang Fathur tipsnya lengkap dan bikin semangat buat menabung. Nice article, Bang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah ditengok kok bang hehehe....
      Urusan menang kalah itu tunggu pengumuman aja :p

      Delete
  4. Btw, lombanya yang mas adain kok belum di umumin pemenangnya?

    ReplyDelete
  5. duhhhh aku tuh yang agak susah membuat laporan keuangan, kadang habis belanja udah dibuang aja bon nya soalnya kalo tau beli kemahalan malah jadi pusing :D, rosiyyy ayo blognya dibuat jadi domain pribadi, udah bagus nih tampilan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga awalnya agak susah buat laporan keuangan. Tapi lama kelamaan bakal jadi kebiasaan kok, asal telaten aja haha.
      Iya ini mbak lagi proses mikirin nama domain apa yang cucuok.

      Delete
  6. harus mulai menabung sesegera mungkin ya..dan memang harus direncanakan dengan cermat..

    ReplyDelete
  7. memang sulit membedakan kebutuhan,kewajiban dan keinginan,rasanya kok smua mnjadi kewajiban ^_^,smg sukses lombanya yaaa...

    ReplyDelete
  8. Kalau gue, menabung bukan saat ada sisa duit saja......
    Jadi uang tabungan udah dijatah dipotong dari duit bulanan..

    Contoh nih, gue sebulan 400 ribu...
    itu langsung gue masukkan di awal bulan 50 ribu....
    Jadi duit bulanan gue 350 ribu aja....
    Urusan nanti ada sisa, ya masukkin lagi ke tabungan...

    Keluarga gue gitu sih ngajarinnya, ditarget. Hehehehe

    ReplyDelete