Tuesday, April 14, 2015

Basha Market Chapter 2: Hyperspace

Pintu masuk area Basha Market. (Dokumen Pribadi)

Sebelum berperang dengan Ujian Nasional berbasis komputer yang mulai bergulir pada hari Senin (13/4), pada hari Sabtu-nya aku refreshing sejenak ke Tunjungan Plaza. Kebetulan saat kunjunganku saat itu tengah berlangsung sebuah event yang lagi happening di Kota Surabaya. Apalagi kalau bukan Basha Market, pionir bazar tematik di Surabaya.

Basha Market menyediakan platform untuk calon pengusaha muda untuk menjangkau konsumen mereka melalui acara menarik yang tidak hanya menyuguhkan eksistensi fashion yang luas, tuntutan kuliner dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang modern, tetapi juga menyatukan komunitas bakat kreatif lokal.

Kali ini aku mengajak adik kelasku, Dinda namanya. Kami berangkat dari rumah siang hari, rencana awal hari itu sebenarnya tidak bermaksud untuk bertandang ke Tunjungan Plaza. Namun, dengan alasan ingin mencari referensi untuk booth pameran suatu project yang sedang aku geluti dengan Dinda dan tiga rekan lainnya akhirnya aku putuskan untuk ke mall tersebut sejenak.

Sesampainya di Tunjungan Plaza aku melihat banner mengenai Basha Market. Langkah kaki kami pun langsung menuju lokasi Basha Market bertempat di area Convention Hall Tunjungan Plaza 3, lantai 6. Acara ini berlangsung mulai tanggal 10 hingga 12 April 2015. Ini merupakan kali kedua Basha Market digelar.

Photo corner bernuansa luar angkasa. (Dokumen Pribadi)

Awal memasuki area bazar kita akan disambut oleh beberapa petugas yang memperkenankan kita untuk mengisi form data diri. Lalu, kita akan diberi stiker bertuliskan 'human' atau manusia dan ditempelkan ke pakaian masing-masing.

Mengusung tema 'Hyperspace', dekorasi ruangan pun dikemas bak luar angkasa. Dengan dominan warna hitam putih akan dibawa ke ruang dimensi yang berbeda. Aksesn-aksen luar angkasa seperti rasi bintang pun kian menguatkan tema ini. Kita juga dapat berfoto menyerupai astronot di area photo corner yang telah sediakan.
Tak hanya anak muda saja, terlihat ibu-ibu dengan anaknya berkunjung juga. (Dokumen Pribadi)

Kurang lebih sekitar 120 tenant yang turut serta dalam acara ini, 60% diantaranya berasal dari Jakarta, 30% dari Surabaya, dan 10% lainnya berasal dari Bandung, Pekanbaru, Medan, Bali, dan Jogja. Keseluruhannya menyajikan berbagai produk, seperti fesyen, nail art, dekorasi, serta food and beverage. Produk-produk yang dijual pun terkesan unik dan kreatif dibandingkan produk lainnya. Terdapat satu tenant yang khusus menjual alas untuk foto. Bagi kalian yang gemar berkutat di Instagram pasti tak asing dengan alas foto sebagai pendukung foodgraphy.

Terlihat semua tenant ramai dijejali para pengunjung. Baik muda maupun tua, mereka antusias untuk berburu barang-barang yang mereka butuhkan. Ya, produk-produk yang dijual di Basha Market ini kan sangatlah beragam. Beberapa penawaran khusus pun dilakukan untuk lebih menggaet banyak konsumen. Ada yang promo diskon, buy one get one, dan promo menarik lainnya.
Basha Market ramai dikunjungi pengunjung berbagai usia. (Dokumen Pribadi)

Semua tenant disana sangat total dalam mengkreasikan booth mereka. Mayoritas menggunakan material kayu sebagai bahan dekorasinya. Tak henti-hentinya aku abadikan satu persatu booth tersebut. Maklum, tujuan kami ke Basha Market ialah tak lain untuk mencari referensi dekorasi booth.  Ada satu booth yang menarik perhatianku, yakni dari Onni. Kesan antik sengaja ditonjolkan oleh brand yang menjual tanaman, bunga dan peralatan rumah tangga. Banyak bunga segar berwarna-warni yang kian menyegarkan mata.

Ada juga yang menjual Growbox atau  sebuah kotak sederhana berisikan bibit jamur tiram yang bisa dibudidayakan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Kita dapat merasakan pengalaman baru untuk memiliki pertanian jamur kecil sendiri.  
Booth dari Onni yang terkesan cantik. (Dokumen Pribadi)
 
Booth dari Growbox. (Dokumen Pribadi)
Ini dia 'kotak budidaya jamur' yang aku maksud, karena sudah kedua jamurnya mulai layu. (Dokumen Pribadi)

Di tengah-tengah area bazar ada area unik bernama Artspace dengan nuansa serba putih. Area ini menghadirkan beberapa hasil karya ilustrator berbakat Indonesia yang tergabung dalam naungan Fabula Agency, agensi ilustrator Indonesia. Karya-karya yang ditampilkan pun anti-mainstream, lho. Warnanya eye catching banget.
Art Space di area Basha Market. (Dokumen Pribadi)

Menjelang akhir area bazar kita akan menemukan area makan dengan beberapa tenant food and beverage yang siap menggugah selera kita. Menu-menu yang dihadirkan kebanyakan dessert. Dari awal hingga menjelang ujung bazar semuanya dipadati pengunjung yang antusias mencari kebutuhan masing-masing. Atau hanya window shopping seperti aku. Mau puding, donat, cake, atau menu lainnya yang dapat dipilih.
Area food and beverage, lihat betapa ramainya area ini. (Dokumen Pribadi)
 
Tempat duduk pengunjung pun tak ada yang kosong. (Dokumen Pribadi)

Macaroon dari Kampoeng Roti, yummy!

Sebelum keluar dari area bazar, masih ada beberapa tenant dari pendukung keberlangsungan acara ini. Dan sebagai penutup, kita dapat berfoto secara gratis dan dicetak sekarang itu juga dari Net. Tau kan? Televisi masa kini itu, lho.

Dapat disimpukan acara ini sangatlah positif keberadaannya. Karena, menjadi wadah bagi para pelaku usaha di bidang kreatif khususnya untuk show off ke pasaran luas. Sekaligus menjadi ajang peningkatan laju ekonomi, bagaimana tidak? Pada Basha Market pertama yang bertemakan Broadway pada akhir tahun lalu, total transaksinya mencapai angka Rp 700 juta.

Foto gratis dari Net. (Dokumen Pribadi)

Selain dapat mengunjungi dan membeli berbagai produk dari berbagai tenant. Para pengunjung juga bisa berpartisipasi dalam workshop yang diadakan pihak Basha Market berkolaborasi dengan Lingkaran.co. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengasah kreatifitas mereka. Ke depannya, Basha Market ini akan diselenggarakan selama dua kali dalam setahun. Tentunya dengan tema yang kreatif dan lebih beragam. Semoga semakin banyak acara positif seperti. Sampai bertemu di Basha Market selanjutnya!
See you on the next chapter. (Dokumen Pribadi)

19 comments:

  1. jamurnya keren banget boleh donk diambil buat keripik jamur...pengen kesini juga sih sebenarnya tapi belum ada waktu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Order aja mbak hehe, kalo kripik jamurnya udah jadi bilang2 yak:p Tunggu chapter berikutnya aja mbak....

      Delete
  2. Keren, ya, acaranya! Sayangnya, jauhhhh....
    Aku mau dong macaroon-nya. Menggoda banget, tuh :D

    60% dr Jakarta? Hihiii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kakaknya dari mana emang? Hehe.
      Ya dibeli atuh macaroon-nya:D

      Delete
  3. pengeeennn beli growbox sama alas foto,sayang jauhhh yaaa... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang growbox bisa dibeli via online keknya:)

      Delete
  4. Acara yang keren dan pastinya bakalan seru kalau bisa mengunjunginya. Pengunjung benar-benar antusias bangad ya ke acara ini, ampe semua tempat jadi full semuanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, ruame banget pengunjungnya yang datang.

      Delete
  5. mau growboxnya ih, ini sampai kapan berakhirnya, musti kesana nih,
    nice post bytheway.

    http://litarachman.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Order online aja kak, soalnya ini acara cuma 3 hari dan sudah berakhir minggu lalu:D

      Delete
  6. Aku nggak sabar loh nungguin Basha Market selanjutnya. Aakk bener-bener keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan ya chapter 3-nya? Desember lagi kah?

      Delete
  7. Di Jabodetabek sudah ada belum ya.. keren nih, kreatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannya di Jabodetabek lebih banyak ya mbak, apalagi Jakarta.
      Pop up market-nya lebih variatif:D

      Delete
  8. Di Jabodetabek sudah ada belum ya.. keren nih, kreatif.

    ReplyDelete
  9. Lucu2 nich acara di surabaya, jadikangen kampung halaman :-)

    ReplyDelete
  10. Macaronnya lucu! :D

    Temanya monokrom yak.. Iss jadi pengen deh main ke sana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah lebih lucu mbak:p
      Iya mbak, serba hitam putih gitu disana.

      Delete